FAKFAK,PinFunPapua.com – Tingginya waktu tunggu pasien rawat jalan di RSUD Kabupaten Fakfak menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit. Berdasarkan hasil evaluasi internal, sebanyak 73 persen pasien masih harus menunggu lebih dari 60 menit untuk mendapatkan pelayanan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya inovasi SI CESA (SI Cepat Santun), sistem pelayanan pendaftaran pasien berbasis Patient Flow Management yang dirancang untuk mempercepat alur layanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Direktur RSUD Kabupaten Fakfak, Farid Fauzan Mahubessy, S.Kep., M.A.R.S., mengatakan pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya bergantung pada kompetensi tenaga medis maupun kelengkapan fasilitas, tetapi juga ditentukan oleh pengalaman pasien sejak pertama kali menginjakkan kaki di rumah sakit.
“Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kompetensi tenaga kesehatan ataupun kelengkapan fasilitas rumah sakit. Kualitas pelayanan juga ditentukan oleh bagaimana pengalaman pasien sejak pertama kali datang hingga memperoleh pelayanan medis,” ujar Farid, Senin (3/8/2026).
Ia mengungkapkan, hasil observasi menunjukkan persoalan utama bukan hanya berada pada proses pendaftaran pasien, melainkan juga pada pengelolaan alur pelayanan yang belum berjalan secara optimal. Akibatnya, sebagian besar pasien masih harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam sebelum memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, RSUD Fakfak menghadirkan SI CESA sebagai sistem yang mengintegrasikan proses pelayanan pasien secara lebih efektif, sehingga waktu tunggu dapat ditekan dan pelayanan menjadi lebih terukur.
Melalui inovasi ini, RSUD Fakfak juga mengusung budaya pelayanan yang berlandaskan nilai Sigap, Akurat, Nyaman, Terukur, Unggul, dan Nyata (SI CESA). Setiap tahapan pelayanan memiliki standar waktu yang jelas, dengan target proses registrasi pasien selesai dalam waktu maksimal 15 menit.
Menurut Farid, SI CESA bukan sekadar aplikasi pendaftaran pasien, tetapi merupakan bagian dari implementasi Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator yang bertujuan menciptakan sistem pelayanan rumah sakit yang lebih efisien, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Inovasi SI CESA yang akan saya paparkan pada kesempatan ini bukan sekadar sebuah aplikasi pendaftaran pasien. Inovasi ini merupakan wujud implementasi Proyek Perubahan yang saya laksanakan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator,” jelasnya.
Ia berharap penerapan SI CESA mampu menjadi solusi nyata dalam mempercepat pelayanan rawat jalan, mengurangi antrean, sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan kesehatan di RSUD Kabupaten Fakfak.
Dengan hadirnya sistem ini, RSUD Fakfak menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi melalui pemanfaatan teknologi informasi, sehingga pelayanan kesehatan menjadi semakin cepat, transparan, efisien, dan berpusat pada kebutuhan pasien.
“Pelayanan terbaik bukan sekadar menyembuhkan penyakit, tetapi juga menghargai waktu, memberi kepastian, dan menghadirkan rasa nyaman bagi setiap pasien. Inovasi akan bermakna ketika manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
