MANOKWARI,PinFunPapua.com- Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat mulai tancap gas setelah menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Pengurus Besar Pemuda Muslimin Indonesia.
SK tersebut diserahkan Wakil Ketua I Harian Pengurus Besar Pemuda Muslimin Indonesia, Sirajudin Rumalutur, kepada Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat, La Ndima, di Manokwari, Papua Barat.
Penyerahan SK menjadi langkah awal bagi kepengurusan DPW Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat untuk menjalankan roda organisasi sekaligus mempersiapkan agenda pelantikan badan pengurus dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).
Sirajudin mengatakan, pihaknya meminta pengurus DPW Papua Barat segera mematangkan persiapan kedua agenda tersebut.
“Saya mewakili Pengurus Besar Pemuda Muslimin Indonesia menyerahkan SK. Dalam agenda rapat, kami menyampaikan kesiapan pelantikan badan pengurus dan Rapat Kerja Wilayah,” ujar Sirajudin.
Menurut Sirajudin, pelantikan DPW Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat nantinya tidak sekadar menjadi agenda seremonial organisasi.
Pengurus Besar berencana mengundang sejumlah tokoh dari pemerintah pusat. Di antaranya Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, hingga anggota DPR RI.
Kehadiran para pejabat tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pengurus daerah untuk menyampaikan berbagai aspirasi masyarakat Papua Barat secara langsung.
“Karena kita pengurus besar, ada rencana menghadirkan tamu dari pusat, salah satunya Menteri Agama, Wakil Menteri Agama atau anggota DPR RI. Ada sejumlah aspirasi dari daerah yang nantinya akan disampaikan saat pelantikan,” katanya.
Sirajudin berharap pengurus DPW Papua Barat mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan secara matang agar pelantikan dan Rakerwil dapat berjalan maksimal.
Sementara itu, Ketua DPW Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat, La Ndima menegaskan pihaknya siap menjalankan amanah organisasi setelah menerima SK tersebut.
La Ndima mengatakan, pihaknya akan langsung melakukan konsolidasi internal untuk mempersiapkan pelantikan badan pengurus.
“Setelah menerima SK, kita akan bekerja secara maksimal. Untuk pelantikan sudah kita rencanakan pada 26 Oktober 2026 kalau tidak ada halangan,” kata La Ndima
Ia berharap pelantikan dapat segera dilaksanakan sehingga seluruh jajaran pengurus dapat menjalankan program kerja dan menggerakkan roda organisasi secara optimal.
La Ndima menegaskan, Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi kepemudaan, tetapi sebagai organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin organisasi Pemuda Muslimin Indonesia tidak hanya sekadar nama, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan dampak positif bagi masyarakat Papua Barat,” ujarnya.
Dalam menjalankan program organisasi, La Ndima mengatakan DPW Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat akan membangun komunikasi dan sinergi dengan berbagai elemen.
Mulai dari pemerintah daerah, tokoh pemuda, tokoh agama, organisasi perempuan, hingga seluruh pemangku kepentingan di Papua Barat.
Menurut dia, kolaborasi menjadi penting agar keberadaan organisasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan kita, kehadiran organisasi Pemuda Muslimin Indonesia Papua Barat dapat membawa dampak positif bagi masyarakat, terutama dengan bersinergi bersama pemerintah daerah, tokoh pemuda, agama, perempuan, dan seluruh stakeholder di Papua Barat,” tuturnya.
Selain menyiapkan program kerja, La Ndima meminta seluruh pengurus menjaga soliditas organisasi.
Ia menyadari perbedaan pendapat dan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memecah kekompakan.
“Pengurus yang tergabung dalam organisasi ini harus tetap solid. Kunci kesuksesan sebuah organisasi adalah tetap solid walaupun berbeda pendapat atau pandangan,” katanya.
Ia menegaskan seluruh pengurus memiliki tujuan yang sama, yakni membesarkan marwah Pemuda Muslimin Indonesia sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Papua Barat.
“Kita punya satu tujuan, yaitu membesarkan marwah organisasi Pemuda Muslimin Indonesia,” pungkas La Ndima. (Jurnalis : Dhy).
