FAKFAK,PinFunPapua.com – Masa pengabdian mahasiswa STAI Al-Mahdi Fakfak melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 resmi memasuki tahap akhir. Setelah menjalani pengabdian selama kurang lebih dua bulan, para mahasiswa memaparkan capaian program, kendala, hingga rekomendasi tindak lanjut dalam Seminar Hasil KKN yang digelar di Aula Kampus Hijau STAI Al-Mahdi Fakfak, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pembantu Pelaksana (BPP) KKN STAI Al-Mahdi Fakfak tersebut menjadi puncak sekaligus bentuk pertanggungjawaban akademik mahasiswa atas berbagai program yang telah dijalankan di tengah masyarakat.
Seminar hasil ini dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), supervisor, unsur pimpinan STAI Al-Mahdi Fakfak, serta jajaran BPP KKN.
Ketua BPP KKN STAI Al-Mahdi Fakfak, Lutfi Rumaday, S.Ag., M.Pd.I., MM.Sip, menjelaskan, peserta KKN Tahun Akademik 2025/2026 dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok I melaksanakan kegiatan di lingkungan kampus, sedangkan Kelompok II diterjunkan langsung ke Kampung Baru, Distrik Kokas, mulai 18 Juli hingga 22 Agustus 2026.
Selama menjalankan pengabdian, mahasiswa memfokuskan program KKN pada lima bidang utama, yakni Pendidikan Keagamaan, Sosial Budaya, Sarana dan Prasarana, Administrasi Pemerintahan Kampung/Desa, serta Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan.
“Selama dua bulan di lapangan, mahasiswa fokus pada lima bidang, yaitu Pendidikan Keagamaan, Sosial Budaya, Sarana Prasarana, Administrasi Pemerintahan Kampung/Desa, serta Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan,” ujar Lutfi.
Ia menyebut, sejumlah program kerja berhasil direalisasikan meski dalam pelaksanaannya mahasiswa menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Program tersebut antara lain Latihan Kepemimpinan Tingkat Siswa SLTA di Distrik Kokas, sosialisasi dampak pernikahan usia dini di SMK Yapis Fakfak, hingga kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dalam sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja mahasiswa yang telah bekerja maksimal, meskipun ada beberapa kendala di lapangan,” tambahnya.
Menurut Lutfi, KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, membangun komunikasi, serta memahami secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Ketua STAI Al-Mahdi Fakfak, Drs. Muhammadon Dg. Husein, MM.Pd, menegaskan bahwa KKN merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa karena memberikan pengalaman langsung yang tidak sepenuhnya diperoleh di ruang perkuliahan.
“KKN adalah cara mahasiswa mengidentifikasi dan menangani langsung berbagai permasalahan di masyarakat. Ini adalah ruang belajar baru yang tidak akan didapatkan di dalam kampus,” tegas Muhammadon.
Ia berharap pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam membangun kepekaan sosial, meningkatkan kemampuan memecahkan persoalan, serta memperkuat tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.
Melalui Seminar Hasil KKN tersebut, setiap kelompok mahasiswa memaparkan hasil pelaksanaan program, berbagai hambatan yang ditemui selama pengabdian, serta rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti ke depan.
Dengan berakhirnya seminar tersebut, rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata STAI Al-Mahdi Fakfak Tahun Akademik 2025/2026 secara resmi dinyatakan selesai, meninggalkan sejumlah pengalaman dan hasil pengabdian yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat serta menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam perjalanan akademik maupun kehidupan sosial mereka.
(Jurnalis : Risman Bauw).
