MANOKWARI,PinFunPapua.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Barat, Orgenes Wonggor, mendukung langkah pemerintah dalam melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mengatasi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Papua akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Orgenes mengatakan, dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di satu kabupaten atau provinsi, tetapi telah meluas hingga ke sejumlah wilayah lain. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena kabut asap dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berbagai sektor pelayanan publik.
“Dampak karhutla luar biasa. Tidak hanya dirasakan satu kabupaten atau provinsi saja, tetapi berdampak luas ke beberapa kabupaten dan provinsi. Berdasarkan informasi yang kami terima, ada kiriman asap dari negara tetangga, Papua Nugini (PNG),” kata Orgenes kepada wartawan di Manokwari.
Menurut dia, persoalan kabut asap membutuhkan penanganan serius melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Upaya penanganan tidak cukup hanya dilakukan oleh satu pihak, tetapi memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia menilai, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca merupakan salah satu langkah positif yang dapat diupayakan pemerintah untuk membantu mendatangkan hujan, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan dan terdampak kebakaran hutan maupun lahan.
Karena itu, Orgenes mengajak semua pihak untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut agar berjalan lancar dan memberikan hasil sesuai dengan yang diharapkan.
“Kita berharap beberapa hari ke depan turun hujan sehingga mampu membantu memadamkan titik-titik api. Dengan begitu, kabut asap yang saat ini melanda sejumlah wilayah dapat berangsur-angsur berkurang,” ujarnya.
Ia menegaskan, sebagai pimpinan lembaga perwakilan rakyat di Papua Barat, dirinya mendukung langkah pemerintah dalam menangani persoalan kabut asap melalui operasi modifikasi cuaca maupun upaya penanggulangan karhutla lainnya.
Dukungan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan dampak karhutla yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat. Pemerintah diharapkan terus melakukan langkah-langkah terkoordinasi agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin meluas.
Sebelumnya, Orgenes bersama Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau kesiapan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca di Papua Barat.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan melihat kesiapan bahan baku berupa garam natrium klorida (NaCl) serta pesawat yang akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan operasi.
Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan sarana dan bahan pendukung agar pelaksanaan OMC dapat berjalan dengan baik. Ketersediaan bahan baku dan kesiapan pesawat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran operasi yang dilaksanakan pemerintah untuk membantu mengatasi dampak kekeringan dan kebakaran lahan.
Orgenes berharap, pelaksanaan OMC dapat memberikan hasil positif sehingga hujan turun di wilayah-wilayah yang membutuhkan penanganan, terutama kawasan yang terdampak karhutla dan menjadi sumber munculnya kabut asap.
Ia juga berharap kondisi udara di Papua Barat segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal. Menurutnya, penanganan kabut asap perlu menjadi perhatian bersama mengingat dampaknya dapat meluas melampaui batas administratif suatu daerah.
Dengan dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta masyarakat, upaya penanganan karhutla dan kabut asap diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah yang diharapkan membantu mempercepat pemulihan kondisi lingkungan di Papua Barat.
Meski demikian, upaya penanganan perlu terus disertai pemantauan terhadap titik-titik api dan langkah pencegahan kebakaran baru agar kabut asap tidak kembali meluas.
Orgenes berharap seluruh upaya yang dilakukan pemerintah dapat segera menunjukkan hasil, sehingga kualitas udara membaik dan berbagai aktivitas masyarakat di Papua Barat dapat berlangsung kembali dengan aman dan normal.
(Jurnalis : Dhy).
