Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., mengapresiasi pengembangan kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Manokwari yang dinilainya memiliki potensi besar dalam bidang teknologi, desain visual, robotika, dan keterampilan kreatif lainnya (FOTO : Aufrida Marisan )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., mengapresiasi pengembangan kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 4 Manokwari yang dinilainya memiliki potensi besar dalam bidang teknologi, desain visual, robotika, dan keterampilan kreatif lainnya.
Apresiasi tersebut disampaikan setelah melihat berbagai potensi yang dikembangkan oleh siswa, guru, dan pihak sekolah. Menurut Filep, kemampuan siswa dalam menghasilkan karya dan mengembangkan keterampilan praktis merupakan modal penting untuk mempersiapkan generasi muda Papua Barat menghadapi dunia kerja.
Ia menilai SMK memiliki peran strategis karena pendidikan kejuruan tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan mereka dengan keterampilan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Filep mengatakan bahwa SMK Negeri 4 Manokwari menunjukkan potensi yang perlu terus dikembangkan melalui peningkatan fasilitas, pelatihan, pendampingan, dan dukungan pemerintah.
Berdasarkan penjelasan pihak sekolah dan guru, siswa memiliki kemampuan untuk mengembangkan berbagai produk dan karya, termasuk robot mobil, desain busana, dan aksesori.
Menurut Filep, kemampuan tersebut menunjukkan bahwa siswa Papua Barat memiliki kreativitas dan potensi yang dapat dikembangkan lebih jauh apabila memperoleh dukungan yang tepat.
“SMK ini memiliki kompetensi yang luar biasa. Mereka mampu menunjukkan kemampuan dalam bidang teknologi visual, robotika, desain busana, dan pembuatan aksesori. Potensi seperti ini harus terus dikembangkan dan mendapatkan dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai karya siswa tidak seharusnya hanya menjadi hasil praktik pembelajaran yang disimpan di lingkungan sekolah. Dengan pembinaan yang tepat, karya tersebut dapat ditingkatkan kualitasnya agar memiliki nilai ekonomi dan berpeluang dipasarkan kepada masyarakat.
Filep juga mengapresiasi program revitalisasi sekolah yang membantu memperbaiki kondisi bangunan dan fasilitas pendidikan, termasuk di SMK Negeri 4 Manokwari.
Menurutnya, lingkungan sekolah yang layak dan nyaman merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung proses pembelajaran.
Ia mengatakan bahwa kondisi bangunan yang sebelumnya tidak memadai dapat mengganggu kenyamanan siswa dan guru dalam menjalankan kegiatan pendidikan.
Karena itu, program revitalisasi diharapkan dapat membantu sekolah meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus mendukung pengembangan kompetensi siswa.
Filep menegaskan bahwa pemerintah daerah perlu memastikan pekerjaan revitalisasi diselesaikan sesuai ketentuan dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah.
Selain perbaikan bangunan, ia berharap dukungan juga diberikan terhadap sarana pembelajaran dan peralatan praktik yang dibutuhkan siswa sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.
Menurutnya, sekolah kejuruan membutuhkan fasilitas yang mendukung pembelajaran berbasis praktik agar siswa dapat mengembangkan kemampuan sesuai standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Filep menilai potensi SMK Negeri 4 Manokwari perlu mendapat perhatian dari dinas teknis yang menangani pendidikan dan pengembangan keterampilan.
Ia mendorong agar pihak terkait secara berkala mengunjungi sekolah untuk melihat perkembangan pembelajaran, kebutuhan fasilitas, serta berbagai karya yang dihasilkan siswa.
Menurutnya, kunjungan dan pendampingan tersebut penting agar pemerintah dapat memahami kebutuhan sekolah secara langsung dan menyusun program dukungan yang sesuai.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk yang dihasilkan siswa. Karya yang telah dibuat perlu dikembangkan melalui pelatihan, pendampingan, dan penguatan standar kualitas agar mampu bersaing di pasar.
“Anak-anak ini memiliki kemauan dan kreativitas. Tugas kita adalah membantu meningkatkan kualitas dan standar hasil karya mereka. Kalau produk mereka bisa dikembangkan, bukan tidak mungkin hasilnya dapat dipasarkan dan memberikan nilai ekonomi,” katanya.
Filep menilai pendidikan kejuruan harus mampu menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Siswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal proses produksi, pengembangan produk, pemasaran, hingga pengelolaan usaha.
Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh di sekolah dapat menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja atau menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri.
Ia berharap dukungan terhadap SMK tidak hanya terbatas pada penyediaan fasilitas, tetapi juga mencakup peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum yang relevan, serta kerja sama dengan pelaku usaha dan industri.
Filep berpendapat bahwa pengembangan SMK dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, jika siswa mampu menghasilkan produk berkualitas, masyarakat, instansi pemerintah, dan pelaku usaha di Papua Barat dapat memanfaatkan produk tersebut sesuai kebutuhan.
Ia mencontohkan kemampuan siswa dalam membuat dan menyablon pakaian. Jika hasil produksinya memenuhi standar kualitas dan kebutuhan pasar, sekolah dapat mengembangkan kerja sama dengan pihak yang membutuhkan produk tersebut.
Dengan cara itu, kegiatan ekonomi tidak harus selalu bergantung pada produk yang didatangkan dari luar Papua Barat.
Pemesanan produk kepada siswa atau unit produksi sekolah dapat membantu mengembangkan keterampilan, memberikan pengalaman usaha, serta mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Namun, Filep menegaskan bahwa pengembangan usaha berbasis sekolah harus tetap memperhatikan kualitas, ketepatan waktu, kebutuhan konsumen, dan tata kelola yang baik.
Ia juga mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan dukungan berupa pelatihan lanjutan, pendampingan usaha, serta peningkatan peralatan yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk siswa.
Menurutnya, siswa SMK memiliki peluang untuk menjadi tenaga terampil yang dibutuhkan berbagai sektor usaha. Oleh karena itu, pendidikan kejuruan perlu dipersiapkan agar lulusannya tidak hanya mengandalkan ijazah, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan.
Filep berharap SMK Negeri 4 Manokwari dapat terus mengembangkan kompetensi siswa dan menjadi contoh bahwa anak-anak Papua Barat mampu menghasilkan karya kreatif dan inovatif.
Ia menegaskan bahwa potensi tersebut harus didukung melalui kerja sama antara sekolah, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat agar dapat berkembang menjadi kekuatan sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi lokal. (red)
