PinFunPapua.com, Manokwari — Sekretaris Daerah Papua Barat, Jacob Fonataba, memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai, baik ASN maupun non-ASN, yang telah berpartisipasi dalam pengolahan kebun percontohan di Susweni, Manokwari. Apresiasi ini disampaikan dalam apel rutin pada Senin, (26/08/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Fonataba menekankan pentingnya pendataan dan penghitungan hasil produksi kebun. Ia meminta agar para pegawai mencatat jumlah benih yang ditanam serta menghitung hasil produksi secara akurat.
“Ini penting supaya kita bisa terukur berapa yang kita masukkan ke dalam anggaran. Sehingga, jika ada pihak yang menanyakan, kita dapat mempertanggungjawabkan dengan baik,” ungkap Sekda Fonataba.
Fonataba juga menekankan bahwa hasil panen dari kebun Susweni tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi harus ada intervensi ke pasar. “Kita sudah sepakati sejak awal bahwa hasil produksi harus dibawa ke pasar, baik kepada pedagang, pengepul, pengecer, atau langsung kepada masyarakat yang berjualan,” tegasnya.
Ia berharap para pegawai dapat memberikan hasil panen tersebut secara spontan kepada masyarakat atau menjualnya dengan harga yang terjangkau. “Cek harga pasar dan lakukan intervensi. Ingat, tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga agar tidak terjadi kenaikan inflasi,” tambahnya.
Selain memenuhi kebutuhan gizi, langkah ini diharapkan dapat menekan angka inflasi di Papua Barat. Sekda Fonataba juga mengingatkan agar hasil panen dihitung dengan baik. Bagi pegawai yang belum familiar dengan cara menghitung hasil produksi, Sekda menyarankan untuk berkonsultasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan.
“Diharapkan hasil panen yang sudah didapat dapat dilanjutkan dengan penanaman sesuai arahan Bapak Pj Gubernur, di mana lahan kebun Susweni akan dirancang sebagai lahan terbuka untuk refreshing dan pembelajaran terkait pertanian,” pungkas Sekda Papua Barat, Jacob Fonataba. ( JN )
