PinFunPapua.com, Manokwari – Wanita Bethel Indonesia (WBI) Jemaat Penuai Manokwari bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat menggelar pelayanan kesehatan di Kampung Kwau, Distrik Warmare, pada 19 Juni 2024.
Ketua Tim Pelayanan Kesehatan WBI yang juga Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, dr. Feny Mayana Paisey, mengatakan bahwa misi pelayanan kesehatan ini digelar untuk mendukung percepatan Program Imunisasi Nasional (PIN) Polio dan intervensi serentak stunting di Provinsi Papua Barat.

Pelayanan tersebut mencakup pemberian tetes polio kepada 39 anak dengan rincian: 10 anak berusia 0-59 bulan, 6 anak berusia 5-7 tahun, dan 23 anak berusia lebih dari 7 tahun.
Selain itu, sebanyak 65 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.
Dalam kesempatan tersebut, WBI Jemaat Penuai bersama Dinas Kesehatan Papua Barat juga memberikan makanan tambahan berupa kacang hijau dan susu, serta membagikan susu kemasan kepada anak-anak.
Menurut dr. Feny, selain pemberian tetes polio, kegiatan ini bertujuan untuk intervensi pencegahan stunting dengan mendeteksi dini masalah gizi, memberikan edukasi pencegahan stunting kepada seluruh sasaran, dan melakukan intervensi segera bagi mereka yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan dan sinergi dari semua pihak guna menyukseskan program intervensi serentak pencegahan stunting.
Dr. Feny menjelaskan bahwa stunting juga erat kaitannya dengan status kesehatan ibu selama hamil dan setelah melahirkan. Karena itu, deteksi dini masalah kesehatan pada calon pengantin, ibu hamil, dan balita diharapkan dapat menjadi langkah antisipasi pertama di tingkat masyarakat yang dilaksanakan melalui Posyandu.
“Untuk mengatasi stunting, perlu diberikan pemahaman yang cukup serta sosialisasi dan edukasi yang terus-menerus kepada masyarakat. Hal itu dapat dilakukan secara masif melalui program-program yang melibatkan semua pihak, seperti organisasi kemasyarakatan keagamaan dan organisasi lainnya,” ungkap dr. Feny. ( PFP-01 )
