Kepala Satuan Lalu lintas (Kasat Lantas) Polresta Manokwari, Iptu Nurfah Tajong.
PinFunPapua.com, Manokwari – Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Manokwari, Iptu Nurfah Tajong, menyatakan bahwa Operasi Patuh Mansinam 2024 akan difokuskan pada tujuh sasaran utama pelanggaran lalu lintas. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.
“Sasaran operasi ini adalah pengendara yang menggunakan telepon genggam saat berkendara, anak di bawah umur yang mengendarai kendaraan, pengendara yang berboncengan lebih dari satu orang, serta mereka yang tidak menggunakan helm,” ungkap Kasat lantas Polres Manokwari Iptu Nurfah Tajong saat ditemui sejumlah wartawan, Senin ( 15/07/2024 ).
Selain itu, kami juga akan menindak pengendara yang berada di bawah pengaruh alkohol, tidak menggunakan sabuk pengaman (safety belt) saat mengendarai mobil, menggunakan knalpot racing, dan kendaraan yang tidak menggunakan nomor kendaraan bermotor (TNKB),” kata Nurfah kepada wartawan.
Terkait penggunaan sabuk pengaman, Iptu Nurfah Tajong menegaskan bahwa pihaknya akan kembali menggalakkan penggunaan safety belt bagi pengendara roda empat. Dalam pengamatan selama dua minggu mengelilingi kota Manokwari, banyak ditemukan pengendara yang melawan arus, yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Saya amati banyak warga yang melawan arus saat berkendara, ini sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan,” ujar Nurfah.
Penegakan terhadap over dimension overloading (ODOL), yakni kendaraan yang melebihi kapasitas muatan, juga menjadi perhatian khusus dari Kapolda Papua Barat melalui Dirlantas Polda Papua Barat. “ODOL harus ditertibkan karena dapat menyebabkan kecelakaan,” tambahnya.
Nurfah, yang baru menjabat sebagai Kasat Lantas Polresta Manokwari, menekankan program utamanya adalah meningkatkan kesadaran penggunaan helm di Manokwari. “Pagi, siang, hingga malam hari, banyak pengendara yang tidak menggunakan helm. Target saya adalah menjadikan Manokwari sebagai kota yang tertib menggunakan helm terlebih dahulu, baru kita buat program lainnya,” tegasnya.
Ke depan, Nurfah berharap bahwa penggunaan helm akan menjadi prestasi dan kebanggaan Manokwari. “Saya malu melihat banyak pengendara yang tidak sadar akan pentingnya menggunakan helm. Program saya adalah menjadikan Manokwari kota yang tertib menggunakan helm,” tuturnya.
Operasi Patuh Mansinam akan dimulai dengan sosialisasi mengenai sasaran operasi. “Kami akan menggalakkan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar anak-anak sekolah terbiasa menggunakan helm saat berkendara. Banyak anak yang tidak menggunakan helm saat razia, ini akan kita tingkatkan lagi ke depannya,” jelasnya.
Untuk anak-anak di bawah umur, sosialisasi akan dilakukan melalui program Polisi Cilik yang memberikan edukasi tertib berlalu lintas sejak usia dini. “Kami harapkan seluruh masyarakat di Manokwari untuk tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama. Kami sebagai polisi lalu lintas akan terus mengingatkan masyarakat untuk mematuhi peraturan berlalu lintas,” pungkas Nurfah. ( PFP-03 )
