Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua BArat Lasarus Ullo ( FOTO : Aufrida Hariyoso )
PinFunPapua.com, Manokwari – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat, Lasarus Ullo, menegaskan semejak tahun 2020 sampai 2024, tujuh kabupaten di Papua Barat dipastikan tidak mengalami kekurangan pangan atau kerawanan pangan. Menurutnya, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai busung lapar atau kekurangan bahan makanan di daerah-daerah terpencil.
“Dari informasi yang kami terima, tidak ada kasus busung lapar atau kelangkaan bahan pangan. Ini menandakan ketahanan pangan di tujuh kabupaten tersebut berada dalam kondisi stabil,” ungkap Lasarus melalui telp selulernya, Kamis ( 26/09/2024 )
Untuk memperkuat ketahanan pangan, Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat telah menyiapkan berbagai strategi, terutama dengan memberikan bantuan ekonomi keluarga. “Setiap tahun kami memastikan ada bantuan ekonomi keluarga untuk masyarakat di tujuh kabupaten, namun hal ini sangat bergantung pada ketersediaan anggaran,” jelasnya.
Namun, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam menjalankan program tersebut. Salah satu isu yang juga dihadapi adalah stunting. Lasarus menyatakan bahwa penanganan stunting tidak hanya membutuhkan bantuan pangan, tetapi juga bibit sayuran untuk jangka panjang. “Bibit sayuran penting untuk diberikan agar keluarga-keluarga bisa mandiri secara ekonomi dan pangan. Sayangnya, tahun ini anggaran kami terbatas,” tambahnya.
Bantuan pangan yang diberikan pemerintah pusat berupa cadangan beras telah disalurkan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) kepada masyarakat di tujuh kabupaten dalam tiga tahap, tahap pertama Januari – April, Tahap dua Mei – Agustus dan tahap tiga September – Desember. Cadangan pangan ini juga diberikan oleh pemerintah provinsi, meskipun sifatnya hanya sementara.
Lasarus menegaskan bahwa bantuan tersebut adalah langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan, stunting, dan inflasi di wilayah Papua Barat, meski belum cukup kuat untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut secara menyeluruh.
” Sebagai langkah tambahan, Dinas Ketahanan Pangan Papua Barat juga telah melaksanakan berbagai kegiatan strategis, seperti lomba cipta menu dengan fokus pada pangan lokal, serta program “Go to School” yang memberikan makanan kepada siswa SD, SMP, dan SMA, meskipun program ini juga terbatas oleh anggaran, ” pungkasnya. ( red )
