PinFunPapua.com, Manokwari – Ancaman radikalisme yang terus mengintai mendorong Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) menggelar program “Smart Bangsaku, Bersatu Indonesiaku” di Papua Barat.
Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang bahaya radikalisme yang tidak hanya mengancam secara fisik, tetapi juga melalui teknologi canggih.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Barat, Thamrin Payapo, mengungkapkan pentingnya upaya pencegahan radikalisme secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Payapo melalui sambungan telepon pada Kamis (17/10/2024).
Menurutnya, radikalisme dan terorisme bukan hanya berupa tindakan kekerasan fisik seperti pengeboman, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk lain, seperti pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang canggih.

“Kegiatan ini diikuti oleh siswa SMP, organisasi perempuan, dan para guru. Penanggulangan radikalisme sangat penting karena ancaman ini tidak terlihat secara kasat mata, namun dampaknya sangat nyata.
Terorisme kini muncul dalam berbagai bentuk, termasuk melalui internet. Oleh sebab itu, pemerintah pusat dan daerah harus secara kontinu mengingatkan masyarakat tentang bahaya radikalisme,” jelas Thamrin.
Thamrin juga menekankan bahwa terorisme dapat merusak sendi-sendi kehidupan sosial, memicu rasa saling curiga, serta memperburuk hubungan antarwarga. “Jika laten terorisme ini muncul, akan ada potensi saling hujat, saling curiga, yang pada akhirnya dapat meruntuhkan persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, ia menggarisbawahi pentingnya kesinambungan program ini agar pembangunan di Papua Barat dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, jika program pencegahan radikalisme ini tidak dijalankan secara berkelanjutan, maka upaya untuk melestarikan persatuan bangsa akan sulit diwujudkan.

Saat ini kita tidak lagi memiliki P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) seperti dahulu. Oleh karena itu, program seperti ini merupakan wujud nyata dari usaha untuk menangkal terorisme dan pengaruh asing yang masuk ke Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di Papua Barat.
Program “Smart Bangsaku, Bersatu Indonesiaku” diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap bahaya radikalisme, serta menjaga keutuhan dan kestabilan bangsa di tengah tantangan global,” pungkas Thamrin. (red)
