P Jems Kosay, Pr Penanggungjawab Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Kota Distrik Muara Tami Keuskupan Jayapura. ( Aufrida Marisan )
PinFunPapua.com, Jayapura – Pastor Projo Keuskupan Jayapura, Imanuel James Kosay, Pr selaku Penanggung Jawab Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Koya , Distrik Muara tami mengimbau umat Katolik Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Koya, Distrik Muara Tami, untuk menyambut Tahun Baru 2025 dengan sikap yang bijaksana, menjaga keamanan, serta menghindari euforia berlebihan yang dapat berdampak buruk.
“Secara pribadi, saya berharap umat Katolik khususnya di Kuasi Paroki Hati Kudus Yesus Koya, Keuskupan Jayapura, dapat menyambut tahun baru dengan menjaga keamanan, kenyamanan, dan kedamaian,” ujar Pastor Jems Kosay, Senin (30/12/2024).
Menurutnya, menyambut pergantian tahun tidak seharusnya dimaknai dengan perilaku yang berlebihan atau merugikan diri sendiri dan orang lain. “Tahun baru bukan berarti dunia mau kiamat. Sering kali kita mengisinya dengan euforia yang berlebihan, padahal sebaiknya kita menyambutnya dengan rasa syukur dan sukacita yang sederhana. Kalau terlalu berlebihan, dampaknya justru kurang baik,” tambahnya.
Pastor Jems menjelaskan bahwa salah satu dampak buruk dari euforia yang berlebihan adalah meningkatnya risiko kecelakaan akibat konsumsi minuman keras secara berlebihan. “Ketika seseorang mabuk, pulang ke rumah bisa terjadi masalah dalam rumah tangga. Bahkan, setelah tahun baru, kita sering lupa akan tanggung jawab di hari-hari berikutnya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar umat Katolik dan seluruh masyarakat Papua berkomitmen untuk menjalani tahun baru dengan sikap yang lebih baik dari tahun sebelumnya. “Mari kita duduk di rumah bersama keluarga, merenungkan apa yang ingin kita capai di tahun baru, dan membuat komitmen pribadi untuk menjadi lebih baik.”
Lebih lanjut, Pastor Jems mengajak masyarakat Papua untuk tidak menghabiskan uang secara berlebihan hanya untuk merayakan tahun baru. “Kita sering menghabiskan banyak uang untuk euforia tahun baru. Padahal, lebih baik kita menyambutnya dengan penuh rasa syukur dan sukacita agar berkat yang lebih besar dapat kita terima di tahun 2025,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan tahun baru. “Mari kita jaga perilaku dan lingkungan sekitar agar tetap aman dan nyaman. Dengan begitu, kita dapat memulai tahun baru dengan hati yang damai bersama keluarga,” tutupnya.
Imbauan ini diharapkan menjadi pengingat bagi umat Katolik dan masyarakat Papua pada umumnya untuk merayakan tahun baru secara bijak, sederhana, dan bermakna, demi terciptanya suasana yang penuh kedamaian di Tanah Papua. (red)
