PinFunPapua.com, Manokwari – Ketua Pilar Pemuda Rakyat Papua Barat, Jekson Kapisa, mengecam keras pernyataan yang dirilis di media oleh Senator Paul Finsen Mayor, S.IP., CM., NNLP. Sebagai mitra strategis Kapolri, Kapisa mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap PFM yang mengkritik kinerja Kapolda Papua Barat, Inspektur Jenderal Polisi Jhonny Eddizon Isir, yang dianggap mengabaikan prinsip Polri dan hak asasi manusia (HAM) dalam beberapa kasus di wilayahnya.
Kapisa menilai bahwa tindakan Senator PFM mencederai tatanan kesukuan orang asli Papua. “Sebagai orang Papua, kita seharusnya saling mendukung. Mengenai kasus penembakan advokat senior dan pembela HAM asal Papua, Yann Cristian Warinusi, pihak kepolisian Papua Barat telah berupaya menangani kasus tersebut, dan pelakunya sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Oleh sebab itu, Senator PFM sebaiknya fokus pada tugasnya di Papua Barat Daya, bukan mencari popularitas di media,” tegas Kapisa.
Kapisa juga mengingatkan PFM untuk lebih fokus pada program-program yang bermanfaat bagi rakyat Papua Barat Daya. “Seharusnya, seorang senator berbicara mengenai persoalan-persoalan di Papua Barat Daya, seperti kondisi pengungsi di Maybrat dan Tambrauw yang hingga kini belum mendapatkan keadilan. Hal ini penting agar rakyat Papua Barat Daya merasa kehadiran Anda benar-benar mewakili mereka,” tambah Kapisa.
Lebih lanjut, Kapisa meminta PFM untuk segera meminta maaf kepada Kapolda Papua Barat, Inspektur Jenderal Polisi Jhonny Eddizon Isir, yang dianggap sebagai putra terbaik Papua. “Sebagai Ketua Pilar Pemuda Rakyat Papua Barat, saya menegaskan agar PFM menghargai tatanan adat di Papua, khususnya di Wilayah III Doberay. Jangan mengklaim diri sebagai Ketua Dewan Adat Wilayah III, Kepala Suku, atau Mananwir, karena jabatan Ketua Dewan Adat Wilayah III adalah milik Bapak Kelilopas Meidodga. Hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Otsus Nomor 21 Tahun 2021,” jelasnya.
Kapisa juga menekankan bahwa tugas seorang anggota DPD RI di Komite I adalah bermitra langsung dengan institusi Polri dan melakukan pengawasan, monitoring, serta evaluasi terhadap kinerja Polri, termasuk Kapolri hingga Kapolpos. “Seharusnya, Senator PFM berterima kasih kepada Kapolda Papua Barat yang telah berhasil menjaga situasi aman dan kondusif di Papua Barat dan Papua Barat Daya selama Pileg, Pilkada, dan perayaan Natal serta Tahun Baru,” ungkapnya.
Kapisa mengkritik PFM yang dinilainya lebih sering mencari perhatian di media daripada menjalankan tugas sebagai senator. “Tugas Anda adalah mengawal program pemerintah agar menyentuh langsung rakyat Papua Barat Daya, bukan mencari popularitas dengan mengucilkan Kapolda Papua Barat tanpa dasar yang jelas,” tegasnya.
Sebagai penutup, Kapisa mengecam pernyataan PFM yang dinilai provokatif dan tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin yang baik. “Saya, Jekson Kapisa, Ketua Pilar Pemuda Rakyat Papua Barat, dengan tegas meminta Senator PFM untuk berhenti menjadi provokator. Kapolda Papua Barat adalah putra terbaik Papua yang dipercaya negara untuk melindungi rakyat Papua Barat,” pungkasnya. (rls/JN)
