FAKFAK, PinFunPapua.com – Aspirasi 1.302 tenaga honorer Non-Database Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, akan segera disampaikan secara langsung ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat di Jakarta. Keputusan ini merupakan hasil dari aksi dengar pendapat yang digelar di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Fakfak pada Rabu (16/4/2025).
Ketua Aliansi Honorer Non-Database Pemda Fakfak, Hamzah Tungging, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas hasil positif yang diperoleh dari pertemuan tersebut. Ia menyebut bahwa perjuangan para honorer mulai menunjukkan titik terang.
“Alhamdulillah, Puji Tuhan, sejak pagi kami melaksanakan aksi dengar pendapat di DPRD, dan sore ini telah membuahkan hasil yang positif,” ujar Hamzah dalam keterangan persnya.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati pembentukan tim khusus yang akan terdiri atas perwakilan tenaga honorer dan unsur Pemerintah Daerah Fakfak. Tim ini akan bertugas menyampaikan langsung aspirasi para honorer ke BKN Pusat guna memperjuangkan agar mereka dapat masuk dalam database kepegawaian nasional.
“Jawaban dari DPRD sangat menggembirakan. Komitmen juga telah dinyatakan secara terbuka bahwa 1.302 tenaga honorer ini akan diperjuangkan untuk masuk dalam database BKN pusat,” jelas Hamzah.
Ia menambahkan bahwa jumlah honorer yang sebelumnya tercatat sebanyak 1.261 orang kini telah bertambah menjadi 1.302 orang. Penambahan ini mencerminkan masih tingginya jumlah tenaga kerja honorer yang belum mendapatkan pengakuan resmi dalam sistem kepegawaian negara.
“Insha Allah, kami akan kawal proses ini sampai tuntas,” tegasnya.
Hamzah juga menekankan pentingnya sinergi antara para honorer, DPRD, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Fakfak dalam memperjuangkan hak-hak para tenaga honorer Non-Database. Ia menyatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pemerintah daerah mengenai jadwal keberangkatan tim ke Jakarta.
Pada kesempatan yang sama, Hamzah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada DPRD Kabupaten Fakfak, khususnya Fraksi Otonomi Khusus (Otsus), yang telah memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan para honorer.
“Secara khusus kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Demianus Tuturop, yang telah menyatakan bahwa harga dirinya sebagai anak negeri dipertaruhkan demi memperjuangkan kami, para honorer Non-Database,” tutup Hamzah dengan penuh haru. ( Risman )
