Ketua DAP Mbaham Matta Demianus Tuturop saat foto bersama Panitia Konferensi III Dewan Mbaham-Matta ( FOTO : Risman Bauw)
FAKFAK, PinFunPapua.com — Panitia Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Fakfak—baik paguyuban, suku, etnis, maupun kerukunan—untuk bersatu dan berpartisipasi aktif menyukseskan konferensi adat yang akan digelar pada 5 November 2025 mendatang.
Ketua Panitia, Badarudin Heremba, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran perwakilan berbagai komunitas dalam pertemuan persiapan yang berlangsung pada Sabtu (21/6/2025). Ia menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menyukseskan agenda besar tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua suku, etnis, dan kerukunan yang telah hadir dan memberikan dukungan. Ini adalah langkah awal untuk memperkuat sinergi demi masa depan adat dan budaya kita bersama,” ujar Badarudin.
Tiga Agenda Utama Jelang Konferensi
Menjelang pelaksanaan konferensi, panitia telah menyusun tiga agenda utama yang akan dilaksanakan secara bertahap sepanjang Juni hingga Agustus 2025, yaitu:
1. Kunjungan Keagamaan (Juni–Juli 2025)
Sebagai upaya pemulihan budaya dan spiritualitas, panitia bersama tua-tua adat akan melaksanakan kunjungan ke enam perwakilan agama di Kabupaten Fakfak, yakni Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.
Kegiatan ini akan diisi dengan penyerahan sedekah adat sebagai wujud syukur serta mendengarkan nasihat dan petuah keagamaan dari para tokoh lintas agama.
2. Musyawarah Etnis Papua dan Nusantara (Juni–Agustus 2025)
Panitia akan menggelar musyawarah bersama perwakilan etnis Papua dan Nusantara yang berdomisili di wilayah adat Mbaham Matta. Dalam musyawarah ini, panitia juga akan menyerahkan materi dan biaya pokok secara simbolis kepada masing-masing etnis sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kerukunan sosial.
3. Musyawarah Marga/Fam Mbaham-Matta (Juni–Agustus 2025)
Sebanyak 144 marga atau fam Mbaham-Matta akan melaksanakan musyawarah internal yang diselenggarakan secara mandiri. Panitia akan memberikan dukungan logistik dan dana pokok untuk kelancaran kegiatan setiap marga.
Ketua Panitia menyampaikan bahwa lokasi pelaksanaan kegiatan pra-konferensi akan disesuaikan dengan masukan dari masing-masing suku, kerukunan, atau paguyuban. Sementara itu, jadwal kegiatan dan kunjungan akan diatur langsung oleh panitia guna memastikan partisipasi maksimal dari seluruh komunitas.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat demi kelancaran konferensi ini. Ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum bersama untuk memperkuat jati diri, persatuan, dan warisan budaya di atas tanah Mbaham Matta,” tegas Badarudin.
Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta tahun ini akan mengangkat tema besar:
“Berpijak pada Kebenaran Pencipta, Alam dan Manusia untuk Pemulihan Negeri Papua.”
Tema ini mencerminkan komitmen masyarakat adat dalam menjaga harmoni antara spiritualitas, kelestarian alam, dan kemanusiaan sebagai fondasi dalam membangun Tanah Papua yang adil, damai, dan bermartabat.
Panitia berharap, seluruh elmen masyarakat Fakfak dapat terlibat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, baik secara langsung maupun dalam bentuk dukungan moral dan material, demi suksesnya Konferensi III Dewan Adat Mbaham Matta tahun 2025. (Risman)
