Warga Distrik Dataran Isim Bernad Iba Di dampingi Anggota MRPB Pdt Marthen Bomoi.
WaMANOKWARI, PinFunPapua.com — Warga Kampung Isim di Distrik Dataran Isim, Kabupaten Manokwari Selatan, menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi infrastruktur jalan yang dinilai rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Salah satu tokoh masyarakat setempat, Bernad Iba, secara terbuka mempertanyakan perhatian pemerintah provinsi terhadap wilayah mereka.
“Kami ingin tahu, kami ini masuk Provinsi Papua atau Papua Barat? Jalan menuju Dataran Isim rusak parah. Untuk lewat saja kami harus mandi lumpur. Ini bukan baru terjadi, tapi sudah berulang kali dan dibiarkan begitu saja,” ujar Bernad, Selasa (9/7/2025).
Ia menuturkan bahwa jalan tersebut dulunya dibuka oleh pejabat yang kini menjabat sebagai Gubernur Papua Barat saat masih menjadi Bupati. Namun sejak berpindah ke tingkat provinsi, warga merasa tidak lagi mendapat perhatian yang sama.
“Waktu Bapak masih jadi Bupati, jalan ini yang Bapak buka. Tapi setelah naik ke provinsi, kami tidak dapat pembangunan lagi. Seolah-olah kami dilupakan. Padahal kami di Dataran Isim dan Beimes sudah dua kali memberikan suara penuh saat Pilkada untuk Bapak, seratus persen!” tegasnya.
Bernad juga membandingkan wilayah mereka dengan daerah lain seperti Pegunungan Arfak (Pegaf) yang infrastrukturnya telah diaspal dan mendapat perhatian lebih. Sementara mereka yang berada di Dataran Isim dan Dataran Beimes merasa terpinggirkan dan tidak diakui oleh pemerintah daerah maupun provinsi.
“Kami ini seperti anak tiri. Jalan kami tidak diaspal, pembangunan tidak ada, lalu kami sebenarnya berada di provinsi mana? Kami menderita selama 10 tahun,” ucapnya penuh kesal.
Ia menambahkan bahwa masyarakat setempat secara swadaya membersihkan dan menimbun jalan demi membantu mobil yang mengangkut barang dagangan agar tidak terperosok. Bahkan, tidak jarang kendaraan harus bermalam karena terjebak lumpur.
“Tahun 2025 ini, kami tidak mau lagi sekadar janji. Jalan ini harus diaspal, bukan cuma dihampar. Kami sudah sampaikan aspirasi ke Dinas PUPR agar jalan dari Bintuni hingga Dataran Beimes segera diperbaiki dan diaspal,” katanya.
Bernad mengultimatum, jika aspirasi ini kembali diabaikan, maka masyarakat akan mengambil langkah tegas. Ia menyebut alat berat maupun truk bermuatan yang saat ini bekerja di jalur Beimes hingga Testega akan mereka tahan dan tidak diizinkan melintas.
“Kalau jalan kami tidak diperbaiki, maka semua alat berat dan kendaraan proyek akan kami tahan. Kami sudah terlalu lama menderita, dan pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan juga tidak menunjukkan kepedulian,” pungkasnya. (red)
