Kepala Distrik Kokas, Hamzah Almokhdar, S.Sos (FOTO : Risman Bauw)
FAKFAK, PinFunPapua.com — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 SMA Negeri 1 Kokas yang berlangsung pada Senin (14/7/2025) menjadi momen penting untuk membangun semangat kebersamaan dan refleksi terhadap masa depan pendidikan di Distrik Kokas. Acara ini diwarnai semangat persatuan antara para siswa, alumni, dan masyarakat luas.
Kepala Distrik Kokas, Hamzah Almokhdar, S.Sos., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh unsur masyarakat, khususnya para alumni dan siswa yang menunjukkan kepedulian nyata terhadap sekolah melalui kegiatan jalan santai dan aksi bersih-bersih lingkungan pada Minggu (13/7/2025).
“Sesuai tema ‘Ita Wagi Bisa’ (Kitong Juga Bisa), teman-teman alumni dan siswa telah membuktikan bahwa ini bukan hanya slogan, tapi diwujudkan dalam aksi nyata. Ini luar biasa,” ujar Hamzah di hadapan hadirin.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab membangun SMA Negeri 1 Kokas bukan hanya berada di pundak guru dan kepala sekolah, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah distrik, aparat kampung, tokoh adat, dan lembaga keagamaan.
Menurut Hamzah, dalam waktu dekat pihak sekolah merencanakan pembangunan kantor baru, hasil dari usulan masyarakat yang disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kampung. Ia mengharapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak tidak hanya fokus pada aspek fisik pembangunan, tetapi juga turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
“Sekolah ini sudah 23 tahun berdiri dan telah melahirkan ribuan alumni yang kini menjadi tentara, polisi, dokter, guru, dan profesi lainnya. Maka saya mohon anak-anak Kokas juga mendapat prioritas dalam program beasiswa seperti ADIK dan ADEM agar mereka bisa melanjutkan pendidikan hingga ke luar daerah,” katanya.
Salah satu isu krusial yang kembali mencuat dalam perayaan tersebut adalah belum tuntasnya pelepasan hak ulayat atas lahan sekolah. Hamzah menegaskan bahwa penyelesaian masalah ini menjadi prioritas pemerintah distrik. Untuk itu, ia merencanakan pembentukan Tim Anti Palang di Distrik Kokas agar persoalan ini dapat diselesaikan sebelum peringatan Hari Kemerdekaan RI pada Agustus 2025.
“Saya minta dukungan dari semua pihak — bapak raja, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat — untuk bersama menyelesaikan persoalan hak ulayat ini. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Hamzah memberikan tantangan kepada para alumni agar tidak hanya terlibat dalam perayaan ulang tahun sekolah, tetapi juga turut ambil bagian dalam pembangunan daerah. Ia meminta para alumni menjadi motor penggerak dalam kegiatan sosial dan pemerintahan, termasuk menjadi bagian dari panitia HUT Kemerdekaan RI bulan depan.
“Kalau benar tema kita ‘Kitong Juga Bisa’, maka buktikan! Jangan hanya sekadar kata-kata. Saya tantang alumni untuk ikut jadi panitia dan tunjukkan bahwa alumni SMA Negeri 1 Kokas bisa berkontribusi besar bagi daerah ini,” serunya penuh semangat.
Peringatan HUT ke-23 ini pun menjadi bukti nyata bahwa SMA Negeri 1 Kokas bukan sekadar institusi pendidikan, tetapi juga pusat pembentukan karakter, solidaritas, dan kekuatan kolektif masyarakat Kokas dalam membangun masa depan yang lebih baik. (Risman)
