FAKFAK, PinFunPapua.com – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Fakfak resmi menggelar Rapat Kerja (Raker) masa khidmat 2025–2029 pada Sabtu (26/7/2025). Kegiatan strategis ini menjadi tonggak awal bagi jajaran pengurus baru dalam menyusun program kerja organisasi yang relevan, aplikatif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kader di wilayah Fakfak.
Ketua Cabang GP Ansor Fakfak, Abu Rumain, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan Raker merupakan agenda wajib bagi setiap kepengurusan baru. Raker tidak hanya bertujuan merumuskan arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi terhadap program kerja yang telah dijalankan pada periode sebelumnya.
“Raker ini adalah bagian dari proses penyusunan dan evaluasi program. Semua ide dan gagasan sudah kami siapkan dalam bentuk materi dan akan dibahas dalam rapat pleno,” ujar Abu Rumain di hadapan para peserta.
Ketahanan Pangan dan UMKM Jadi Fokus Utama
Raker GP Ansor Fakfak tahun ini secara khusus menyoroti penguatan sektor ketahanan pangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai program prioritas. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan nasional GP Ansor serta kebutuhan mendesak dalam mendorong kemandirian ekonomi di daerah.
Menurut Abu, para kader Ansor dan Banser di Fakfak, khususnya yang berada di Distrik Bomberay dan Tomage, memiliki potensi besar dalam bidang pertanian, perdagangan, dan budidaya tambang. Oleh karena itu, organisasi akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan kapasitas mereka.
“Hari ini Ansor bergerak dalam banyak bidang. Mereka yang memiliki potensi di sektor pertanian, perdagangan, atau tambang akan kami dorong untuk mengembangkan diri. Kita harus mulai bergerak, tidak hanya berhenti pada konsep, tapi langsung eksekusi di lapangan,” tegasnya.
Perkuat Kemandirian dan Sinergi dengan Pemerintah Daerah
GP Ansor Fakfak juga mendorong kemandirian ekonomi di kalangan anggotanya. Abu mengajak seluruh kader untuk memulai langkah dari bawah dan melalui proses panjang agar kelak mampu hidup mandiri dan memiliki daya saing tinggi di tengah dinamika ekonomi global.
Ia menekankan bahwa seluruh program kerja yang disusun akan diselaraskan dengan visi dan misi pemerintah daerah. Tujuannya agar tercipta sinergi yang kuat antara organisasi kepemudaan dan pemerintahan dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
“Kita ingin program-program Ansor ini sinkron dengan visi dan misi pemerintah daerah Fakfak. Kita optimis menjadi mitra strategis dalam membangun daerah,” imbuh Abu.
Bentuk BUMA Sebagai Wadah Ekonomi Organisasi
Sebagai bentuk konkret dari upaya penguatan ekonomi organisasi, GP Ansor Fakfak telah membentuk Badan Usaha Milik Ansor (BUMA). Lembaga ini dirancang menjadi instrumen ekonomi yang bergerak di berbagai sektor usaha dan menjadi wadah pengembangan wirausaha kader.
“BUMA akan menjadi wadah bagi kader yang memiliki jiwa wirausaha. Ini bagian dari strategi besar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi organisasi secara berkelanjutan,” tutup Abu.
Dengan semangat kebersamaan dan fokus pada pemberdayaan kader, GP Ansor Fakfak berkomitmen menjadikan masa khidmat 2025–2029 sebagai periode kerja nyata demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan masyarakat. (Risman)
