MANOKWARI, PinFunPapua.com — Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Sahabat Polisi Indonesia (SPI) Papua Barat, Jalil Lambara, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat untuk segera mengusut dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden keracunan belasan siswa sekolah dasar usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Manokwari.
Dalam pernyataannya kepada PinFunPapua.com, Jalil Lambara menyayangkan kejadian yang menimpa sejumlah anak-anak Sekolah Dasar Negeri 45 Arowi, yang seharusnya menerima asupan nutrisi melalui program MBG, namun justru mengalami keracunan dan harus mendapat perawatan di rumah sakit.
“MBG seharusnya menjadi sumber energi dan protein bagi anak-anak, tetapi ini malah menyebabkan keracunan. Sebaiknya kepolisian menindak tegas pihak terkait yang membuat anak-anak keracunan,” tegas Jalil Lambara, Kamis (31/7/2025).
Menurutnya, insiden tersebut sangat membahayakan masa depan anak-anak dan mencoreng tujuan mulia dari program yang dicanangkan pemerintah untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia. Ia pun meminta agar Kapolda Papua Barat, Irjen Pol. Jhonny Edison Isir, segera mengambil langkah konkret untuk menindak para pelaku atau pihak yang lalai dalam pelaksanaan program MBG tersebut.
“Kapolda Papua Barat harus menindak tegas dari kejadian ini, karena sangat berbahaya ke depannya bagi anak-anak yang seharusnya mendapatkan gizi, tetapi justru mendapatkan penyakit,” lanjut Jalil.
Ketua SPI Papua Barat itu juga mengimbau agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Ia meminta agar pihak penyelenggara program MBG lebih berhati-hati, teliti, dan cermat dalam proses penyiapan serta distribusi makanan, khususnya yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah dasar.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Penyelenggara MBG harus lebih teliti dalam memastikan kualitas makanan yang dibagikan, demi keselamatan dan kesehatan anak-anak kita,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti dari insiden keracunan tersebut. Namun, desakan masyarakat dan elemen sipil seperti SPI Papua Barat menunjukkan bahwa kasus ini menjadi perhatian serius dan memerlukan penanganan cepat, akurat, serta akuntabel. (Janu)
