Ketua MRPB Judson Ferdinandus Waprak.
MANOKWARI, PinFunPapua.com — Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson F. Waprak, menegaskan pentingnya perhatian serius Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama tujuh kabupaten/kota terhadap proses seleksi penerimaan calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Menurutnya, seleksi IPDN bukan hanya mekanisme formal, melainkan juga salah satu cara mengukur kemampuan generasi muda Orang Asli Papua (OAP). Oleh karena itu, setiap anak Papua, khususnya dari kabupaten asal dan suku masing-masing, harus mendapat kesempatan yang adil.
“Anak-anak kita adalah aset berharga bagi suku-suku di Tanah Papua untuk memajukan kualitas sumber daya manusia. Jangan ada intervensi yang membuat generasi kita merasa SDM OAP tidak dihargai. Kami berharap nilai hasil tes diumumkan secara terbuka dan transparan agar publik mengetahui kemampuan mereka,” tegas Judson, Senin (22/9/2025).
Judson mengungkapkan, pihaknya menerima keluhan masyarakat terkait dugaan ketidakadilan dalam proses penilaian. Beberapa anak yang memperoleh nilai tinggi justru tidak terakomodasi, sementara peserta dengan nilai lebih rendah bisa dinyatakan lolos. Kondisi ini, menurutnya, menimbulkan kekecewaan dan rasa ketidakpercayaan terhadap proses seleksi.
Selain menyoroti transparansi, Ketua MRPB juga mendorong agar Pemerintah Provinsi, DPR Papua Barat, dan MRPB bersinergi meminta kepada pemerintah pusat untuk menambah kuota IPDN bagi Papua Barat. Penambahan kuota dinilai penting agar semakin banyak generasi muda Papua mendapat kesempatan mengikuti pendidikan di lembaga tersebut.
“Kami ingin proses seleksi ini benar-benar terbuka, adil, dan kuota IPDN untuk Papua Barat ditingkatkan. Hal ini penting demi memberikan ruang yang lebih besar bagi anak-anak Papua untuk mengembangkan diri,” ujarnya.
Lebih jauh, Judson menekankan bahwa seleksi IPDN tidak hanya menjadi pintu masuk membangun SDM Papua Barat yang berkualitas, tetapi juga sarana menjaga kepercayaan generasi muda terhadap negara. Dengan adanya proses yang bersih dan transparan, ia yakin anak-anak Papua akan semakin percaya bahwa negara hadir dan berpihak pada masa depan mereka. (red)
