SORONG, PinFunPapua.com — Sebanyak 93 peserta Orang Asli Papua (OAP) mengikuti seleksi pendidikan dan pelatihan (diklat) Sekuriti Kualifikasi Gada Pratama yang berlangsung di Aula SUPM, Jalan Ahmad Yani, Distrik Sorong, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertrans dan ESDM) Provinsi Papua Barat Daya melalui Bidang Tenaga Kerja dengan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS).
Seleksi ini meliputi tes fisik, tes peraturan baris-berbaris (PBB), kesamaptaan, wawancara, tes kesehatan (MCU), dan tes tertulis. Peserta yang lulus seleksi akan mengikuti diklat selama dua minggu, yakni pada 13–22 November 2025 mendatang.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Provinsi Papua Barat Daya, Meki Jitmau, S.H., mengatakan bahwa program seleksi dan diklat sekuriti ini merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan tenaga kerja asli Papua.
“Kami sangat mengapresiasi pihak penyelenggara, yaitu PKSS. Kegiatan ini sangat berguna bagi Orang Asli Papua, karena sebagian sudah memiliki pengalaman kerja tetapi belum memiliki sertifikat. Pelatihan ini merupakan pembinaan agar mereka siap bekerja di lapangan, terutama di bidang keamanan,” ujar Meki Jitmau kepada PinFunPapua.com.

Meki menambahkan bahwa inisiatif kerja sama ini dilakukan karena jumlah tenaga sekuriti dari OAP di perusahaan-perusahaan besar masih sangat minim.
“Kalau kita lihat, di Papua Barat Daya ini banyak perusahaan besar beroperasi, tetapi jumlah sekuriti dari OAP sangat sedikit. Karena itu, kami mengambil inisiatif bekerja sama dengan PKSS untuk membina dan melatih mereka agar bisa bersaing dengan tenaga kerja dari luar Papua,” jelasnya.
Dari total 127 pendaftar, hanya 93 peserta yang hadir dalam seleksi. Dari jumlah tersebut, 40 orang akan dinyatakan lulus sesuai kuota. Berdasarkan data Disnakertrans, sekitar 80 persen peserta belum memiliki pengalaman kerja, sedangkan sebagian kecil sudah memiliki pengalaman tetapi belum bersertifikat.
“Kami ingin mereka menjadi tuan di tanah sendiri. Kami sudah berkoordinasi dengan lima perusahaan besar yang siap menerima tujuh hingga sepuluh orang lulusan diklat ini untuk bekerja,” tambahnya.
Meki mengungkapkan bahwa kegiatan ini bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) sebagai upaya membina dan melatih generasi muda Papua agar siap bersaing di dunia kerja. Pihaknya juga berencana meningkatkan jumlah peserta menjadi 80 orang pada tahun 2026, dan program tersebut sudah masuk dalam rencana kerja dinas.
“Kami juga disoroti oleh DPR karena jumlah sekuriti OAP di hotel, mal, dan supermarket masih sangat minim. Karena itu, tahun depan kami akan memperluas pelatihan ini agar semakin banyak anak-anak Papua yang bisa bekerja di sektor formal,” tuturnya.
(FA)
