SORONG, PinFunPapua.com — PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) Kantor Cabang Sorong menggandeng Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnakertrans dan ESDM) Provinsi Papua Barat Daya dalam program seleksi dan pendidikan Sekuriti Kualifikasi Gada Pratama yang dikhususkan bagi Orang Asli Papua (OAP).
Kegiatan ini menjadi kerja sama pertama antara PKSS dan Disnakertrans Papua Barat Daya di tahun 2025. Branch Manager PKSS Cabang Sorong, Bayu Efka Leigraha Noor, mengatakan bahwa dirinya baru resmi menjabat sejak 10 Maret 2025, dan langsung mengambil inisiatif untuk membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam membina tenaga kerja asli Papua.
“Kerja sama ini merupakan yang pertama kalinya dengan Disnakertrans Papua Barat Daya di tahun 2025. Namun, secara historis PKSS sudah sering melaksanakan seleksi sekuriti Gada Pratama di berbagai daerah,” ungkap Bayu Efka kepada PinFunPapua.com.
Menurut Bayu Efka, pelatihan ini merupakan langkah penting untuk membangun generasi muda Papua yang siap bekerja dan memiliki sertifikasi resmi di bidang keamanan. Ia berharap peserta OAP dapat mengikuti seluruh proses seleksi dan pelatihan dengan sungguh-sungguh agar bisa bekerja secara profesional di dunia kerja.
“Kami berharap peserta, khususnya OAP, yang ingin berkarier menjadi satpam harus serius dan berkomitmen. Ketika dunia kerja terbuka, mereka sudah siap menjalankan tugas dengan baik dan profesional,” imbuhnya.
Bayu menegaskan, PKSS berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal di Papua Barat Daya. Dengan kerja sama yang baik, ia optimistis semakin banyak masyarakat Papua yang terserap di sektor formal, khususnya pada posisi sekuriti di berbagai perusahaan.
“Kami ingin anak-anak Papua tidak hanya jadi penonton, tapi juga bagian aktif dari dunia kerja di tanah mereka sendiri,” tegasnya.
Program pelatihan sekuriti Gada Pratama ini dibiayai dari dana otonomi khusus (Otsus) yang dialokasikan untuk pembinaan dan pelatihan generasi muda Papua. Dari 127 pendaftar, sebanyak 93 peserta hadir mengikuti seleksi, sementara 53 orang tidak hadir.
Setelah proses seleksi selesai, hanya 40 orang akan dinyatakan lulus sesuai kuota yang tersedia. Peserta yang berhasil lolos akan menjalani diklat selama dua minggu, mulai 13–22 November 2025.
Kegiatan ini diharapkan dapat mencetak tenaga sekuriti yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga berintegritas, disiplin, dan mampu menjadi bagian dari pembangunan daerah melalui dunia kerja yang profesional.(FA)
(JN/RLS)
