FAKFAK,PinFunPapua.com – Anggota DPR Provinsi Papua Barat, Clifford H. Ndandarmana, melaksanakan Reses ke-III Tahun 2025 di Kabupaten Fakfak. Kegiatan yang berlangsung sejak 1 hingga 7 November 2025 ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat di berbagai wilayah.
Selama masa reses, Clifford mengunjungi tiga titik utama, yakni:
Kelurahan Danaweria RT 1 dan RT 2, Distrik Fakfak Tengah,Kampung Gewerpe, Distrik Fakfak, dan Kampung Mbima Jaya, Distrik Tomage.
Di setiap lokasi, Clifford berdialog langsung dengan masyarakat, tokoh adat, serta para pemuda untuk mendengarkan masukan terkait arah pembangunan di Papua Barat.
“Reses bukan sekadar agenda rutin, tetapi kesempatan untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat agar kebijakan yang lahir benar-benar berpihak,” ujar Clifford.
Aspirasi yang dihimpun selama reses ini akan dirumuskan menjadi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPR Papua Barat, yang nantinya menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.
Clifford menilai, proses penjaringan aspirasi ini sangat penting agar setiap langkah pembangunan memiliki dasar yang sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Saya menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan reses. Harapan saya, hasil penjaringan aspirasi ini dapat memperkuat arah kebijakan pembangunan Papua Barat yang lebih merata dan inklusif,” tambahnya.
Beberapa aspirasi utama yang disampaikan masyarakat di tiga titik tersebut meliputi:
1. Bantuan pendidikan yang merata di Kabupaten Fakfak.
2. Pembangunan pipanisasi di RT 1 dan RT 2, Kelurahan Danaweria.
3. Pembangunan Gereja Katolik di seberang Distrik Fakfak Tengah.
4. Pembangunan gedung PAUD di Kampung Gewerpe, Distrik Fakfak.
5. Pengaktifan kembali irigasi di SP1, Kampung Mbima Jaya, Distrik Tomage.
Menanggapi usulan pembangunan gedung PAUD di Gewerpe, Clifford menyatakan kesiapannya untuk membantu, namun menegaskan bahwa penyelesaian masalah lahan menjadi tanggung jawab pemerintah kampung.
“Pembangunan gedung PAUD siap saya bantu, hanya saja masalah tanah harus diselesaikan oleh kepala kampung karena lahan tersebut sudah dikelola oleh pihak kampung. Kalau lahan sudah siap, saya akan bantu,” tegasnya.
Clifford menutup kegiatan resesnya dengan komitmen untuk terus mengawal seluruh aspirasi masyarakat agar bisa diwujudkan melalui program pembangunan pemerintah provinsi.
“Saya tidak bisa berjanji, tetapi saya akan berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.(Risman Bauw)
