FAKFAK,PinFunPapua.com – Koperasi Produsen Papua Mitra Usaha mencatat keberhasilan pada panen perdana ayam broiler yang dilaksanakan di Kampung Air Besar, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Senin (29/12/2025). Hasil panen dinilai sangat menggembirakan, dengan bobot ayam rata-rata mencapai 2,35 kilogram per ekor setelah masa pemeliharaan selama 30 hari.
Ketua Koperasi Produsen Papua Mitra Usaha, Rahman Patur, menjelaskan bahwa ayam broiler mulai dipelihara sejak 29 November 2025. Hasil panen tersebut melampaui standar bobot ayam potong pada umumnya dan siap dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dari total 400 ekor bibit ayam broiler yang dibudidayakan pada tahap awal, sebanyak 380 ekor berhasil dipanen. Tingkat kematian tercatat hanya sekitar 5–6 persen atau sekitar 20 ekor, angka yang tergolong rendah dan menunjukkan keberhasilan pengelolaan budidaya ayam pedaging oleh koperasi yang baru terbentuk tersebut.
Selain keberhasilan produksi, koperasi juga telah memastikan pasar penyerapan hasil ternak. Salah satu pasar utama yang telah terkonfirmasi adalah jaringan dapur sehat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Fakfak, di antaranya Dapur Kencana, Tataboga, dan Dapur Yayasan Tikar Rasa.
Setiap dapur MBG membutuhkan sekitar 200 ekor ayam per hari. Dengan tiga dapur yang saat ini beroperasi, total kebutuhan mencapai 600 ekor per hari atau sekitar 18 ribu ekor per bulan. Tingginya permintaan ini menunjukkan peluang pasar yang besar, meski hingga kini belum sepenuhnya mampu dipenuhi oleh peternak lokal di Fakfak.

Koperasi Produsen Papua Mitra Usaha sendiri baru dibentuk pada tahun 2025 dengan fokus pengembangan di empat sektor utama, yakni peternakan, perikanan, pertanian, dan perkebunan. Pada tahap awal, sektor peternakan ayam broiler menjadi prioritas karena dinilai memiliki pasar yang stabil dan prospektif.
Untuk menjadi distributor utama ayam potong di Kabupaten Fakfak, koperasi menargetkan pengembangan populasi ayam broiler hingga 50 ribu ekor per bulan. Jumlah tersebut diproyeksikan sebagai kebutuhan minimal untuk memenuhi pasar ayam lokal secara menyeluruh.
Rahman Patur menegaskan bahwa koperasi ini digerakkan oleh semangat anak muda Fakfak yang ingin menjawab tantangan keterbatasan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat. Melalui usaha peternakan ayam broiler, koperasi diharapkan mampu menciptakan sumber penghasilan baru sekaligus mendorong kemandirian pangan daerah.
Panen perdana ini turut dihadiri oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak. Bupati Fakfak bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) hadir dan melakukan panen secara simbolis sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha peternakan yang dikelola oleh generasi muda.
Pada tahap awal, seluruh kebutuhan dasar usaha ayam broiler mendapatkan subsidi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak. Bantuan tersebut meliputi penyediaan 400 ekor bibit ayam, pakan sebanyak 72 karung untuk tiga periode pemeliharaan, obat-obatan dan vitamin ternak, serta peralatan pendukung seperti drum air, tempat pakan, dan sarana pemeliharaan lainnya.
Dengan dukungan tersebut, biaya operasional koperasi pada tahap awal relatif ringan dan hanya difokuskan pada kebutuhan tambahan seperti pembelian bibit lanjutan, perbaikan peralatan, penggantian lampu, serta pembayaran listrik.
Pengurus koperasi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak atas dukungan yang diberikan. Ke depan, Koperasi Produsen Papua Mitra Usaha optimistis dapat berkembang dan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal, regional Papua Barat, hingga nasional, serta mendorong Fakfak menjadi salah satu lumbung pangan strategis di Tanah Papua.(Risman Bauw)
