MANOKWARI, PinFunPapua.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari menggelar rapat perdana yang dirangkaikan dengan kegiatan ramah tamah sebagai bagian dari konsolidasi internal dalam menghadapi pelaksanaan program kerja tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Kekuatan Kita adalah Persatuan” ini dilaksanakan di Aula Kampus STIH Manokwari, Sanggeng, pada Senin (5/1/2026), dan dihadiri oleh seluruh dosen serta staf pengurus STIH Manokwari.
Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.H., dalam arahannya menegaskan bahwa rapat perdana dan ramah tamah tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat kebersamaan, soliditas, serta konsolidasi internal institusi. Menurutnya, persatuan dan kekompakan seluruh sivitas akademika menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai tantangan serta merealisasikan target program kerja di tahun 2026.
“Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen kita bersama untuk membangun persatuan dan kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam menghadapi tantangan dan mencapai target program kerja STIH Manokwari pada tahun 2026,” ujar Dr. Filep Wamafma.
Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan merupakan standar utama dalam seluruh proses penyelenggaraan pendidikan di STIH Manokwari. Mutu tidak hanya diukur dari proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga mencakup kualitas dan kesiapan dosen, tenaga kependidikan, kurikulum yang relevan, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
Dalam rapat tersebut, STIH Manokwari mulai melakukan evaluasi dan penyempurnaan kurikulum agar selaras dengan kurikulum nasional serta mampu merespons perkembangan hukum yang terus dinamis. Evaluasi kurikulum ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan lulusan STIH Manokwari tetap relevan, adaptif, dan memiliki daya saing di dunia kerja.

Selain kurikulum, peningkatan mutu sumber daya manusia, khususnya dosen, juga menjadi perhatian serius. Saat ini, STIH Manokwari terus mendorong para dosen untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata Dua (S2) dan Strata Tiga (S3). Hingga kini, STIH Manokwari telah memiliki enam dosen bergelar doktor, dan pada Februari 2026 jumlah tersebut diproyeksikan bertambah menjadi tujuh orang. Secara keseluruhan, STIH Manokwari memiliki sekitar 35 hingga 40 dosen tetap yang sebagian besar sedang menempuh atau telah menyelesaikan pendidikan lanjutan.
Terkait sarana dan prasarana, Dr. Filep Wamafma mengakui bahwa perguruan tinggi swasta (PTS) menghadapi tantangan yang cukup berat akibat keterbatasan anggaran. PTS pada umumnya sangat bergantung pada kontribusi mahasiswa melalui pembayaran SPP, sehingga dukungan dan afirmasi dari pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Papua Barat, sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Tanpa intervensi dan dukungan pemerintah daerah, sangat sulit bagi perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan infrastruktur dan mutu pendidikan. Rendahnya dukungan terhadap infrastruktur pendidikan tinggi mencerminkan kurangnya keseriusan dalam membangun sumber daya manusia di Papua Barat,” tegasnya.
Meski menghadapi keterbatasan, STIH Manokwari tetap berkomitmen untuk membangun institusi dengan memaksimalkan sumber daya dan anggaran yang tersedia. Pihaknya berharap adanya dukungan nyata, termasuk pemanfaatan dana otonomi khusus (otsus), guna mendorong terwujudnya STIH Manokwari sebagai perguruan tinggi hukum yang unggul dan berdaya saing.
Dr. Filep Wamafma juga menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan potensi strategis bagi Manokwari dan Papua Barat. Dengan menjadikan Manokwari sebagai pusat jasa pendidikan, pertumbuhan ekonomi daerah diyakini dapat meningkat melalui kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah, sebagaimana yang telah berhasil diterapkan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di bidang akademik, STIH Manokwari mendorong para dosen untuk lebih aktif dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah, baik pada jurnal nasional maupun internasional, serta berpartisipasi dalam berbagai forum akademik. Upaya ini diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan mutu dosen sekaligus kualitas mahasiswa.
Selain itu, rapat perdana tersebut juga menghasilkan sejumlah catatan penting terkait perlunya peningkatan budaya kerja, khususnya dalam hal disiplin dan etos kerja seluruh sivitas akademika, sebagai fondasi utama penguatan kelembagaan STIH Manokwari.
Saat ini, STIH Manokwari tengah berproses mengajukan perubahan status kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut. Proses tersebut dijadwalkan memasuki tahap pengecekan sistem pada 15 Februari 2026. Apabila tidak terdapat catatan perbaikan, tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan visitasi oleh kementerian terkait.
“Harapan kita bersama, seluruh proses ini dapat berjalan dengan baik sehingga perubahan status kelembagaan STIH Manokwari dapat segera terwujud dan semakin memperkuat citra Manokwari sebagai kota pendidikan,” tutup Dr. Filep Wamafma.
(JN)
