Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba,S.Pd.,M.Pd, saat ditemui sejumlah wartawan. ( FOTO : Aufrida Hariyoso )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Program Papua Cerdas pada Tahun 2026 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Provinsi Papua Barat berencana memperkuat skema beasiswa melalui program khusus, termasuk penerapan ikatan dinas bagi mahasiswa penerima bantuan pendidikan, agar setelah menyelesaikan studi mereka wajib kembali dan mengabdi di Tanah Papua.
Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba,Senin (2/2/2026), dalam keterangannya terkait arah kebijakan Papua Cerdas Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa peningkatan anggaran dan kuota penerima beasiswa harus diimbangi dengan komitmen pengabdian kepada daerah.
“Papua Cerdas pada tahun 2026 ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun kemarin. Ke depan, kami juga menyiapkan program khusus, misalnya bagi mahasiswa Papua yang mengambil pendidikan kedokteran dan bidang strategis lainnya,” ujar Barnabas.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah akan membuat surat pernyataan atau perjanjian dengan mahasiswa penerima beasiswa. Dalam perjanjian tersebut ditegaskan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa wajib kembali ke Papua untuk mengabdi sesuai bidang keilmuannya,” tegasnya.
Barnabas mengakui bahwa selama ini terdapat kelemahan dalam pengelolaan beasiswa, di mana sejumlah penerima, baik Orang Asli Papua (OAP) maupun non-Papua, setelah menyelesaikan studi justru tidak kembali ke Papua, meskipun selama kuliah dibiayai menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus).
“Selama ini banyak yang mendapat beasiswa atau bantuan biaya kuliah, tetapi setelah selesai mereka tidak kembali mengabdi di Papua. Akhirnya yang dirugikan adalah kita di Tanah Papua, padahal itu menggunakan Dana Otsus,” ungkapnya.
Oleh karena itu, mulai tahun 2026 pemerintah akan memberlakukan surat perjanjian ikatan dinas yang mengikat secara administratif dan moral. Kebijakan tersebut akan mulai diterapkan pada penerimaan beasiswa tahun ini.
“Tahun ini kita mulai dengan surat perjanjian. Kita biayai, tetapi setelah selesai mereka wajib kembali dan mengabdi di Tanah Papua. Perjanjian ini mulai berlaku tahun ini,” jelas Barnabas.
Ia juga memaparkan bahwa tahapan seleksi Program Papua Cerdas akan dimulai pada Februari 2026, dengan jadwal yang telah disusun secara sistematis, mulai dari penerimaan berkas, proses verifikasi, hingga penetapan peserta yang memenuhi persyaratan. Bagi yang belum memenuhi persyaratan akan kami umumkan kembali dan berkasnya dikembalikan kepada mahasiswa,” katanya.
Menurutnya, proses perbaikan dan pelengkapan berkas akan diberikan batas waktu hingga Juli–Agustus 2026, dengan target seluruh administrasi penerima beasiswa telah selesai.
Barnabas juga menegaskan bahwa ke depan, pengiriman mahasiswa akan dilakukan berdasarkan kebutuhan daerah, bukan sebaliknya. Selama ini, mahasiswa sering kali berangkat terlebih dahulu, kemudian baru dibiayai, tanpa mempertimbangkan kebutuhan strategis Papua Barat.
“Ke depan, seharusnya kita mengirim mahasiswa sesuai dengan kebutuhan daerah. Kita lihat kebutuhan kita apa, lalu mahasiswa itulah yang kita kirim,” tegasnya.
Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga akan memulai seleksi mahasiswa untuk melanjutkan studi ke Tiongkok (Cina). Seleksi ini dilakukan karena pihak mitra dari Tiongkok telah datang dan siap bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Tahun ini kita mulai dengan seleksi ke Tiongkok, karena tim dari sana sudah datang. Kita akan seleksi dulu, kemudian setelah mereka lulus bahasa Mandarin, baru kita kirim kuliah ke sana sesuai kebutuhan daerah,” jelasnya.
Adapun bidang studi yang menjadi prioritas antara lain pariwisata, konstruksi baja, dan kelautan, yang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan Papua Barat ke depan.
Barnabas menegaskan bahwa seluruh sistem Papua Cerdas akan dibenahi secara menyeluruh, termasuk proses seleksi yang akan dilakukan langsung oleh pemerintah daerah melalui kerja sama dengan tim dan mitra pendidikan yang kompeten.
“Kita akan membenahi semuanya. Seleksi akan kita lakukan sendiri dengan bekerja sama dengan tim yang datang, agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah,” pungkasnya. (afh/red)
