MANOKWARI, PinFunPapua.com — Ketua Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Judson Ferdinandus Waprak, menyampaikan pesan rohani, iman, dan moral kepada seluruh masyarakat Papua Barat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil (PI) ke-171 Tahun 2026 di Tanah Papua.
Dalam pesannya, Judson menegaskan bahwa Pekabaran Injil telah menghadirkan terang Allah di Tanah Papua serta membentuk orang Papua untuk hidup dalam iman, kasih, dan pengharapan. Menurutnya, sebagai anak-anak adat Papua sekaligus anak-anak Allah yang hidup dalam terang Injil, seluruh masyarakat dipanggil untuk bekerja dengan hati yang benar dan penuh tanggung jawab.
“Bekerja bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk memuliakan Tuhan, menjaga Tanah Papua, serta merawat kehidupan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Judson.
Ia menekankan bahwa Tanah Papua merupakan tanah berkat dan titipan Tuhan yang harus dijaga dengan iman dan moral yang kuat. Oleh karena itu, bekerja bagi Papua berarti menjaga manusia Papua, menghormati adat dan budaya, serta memelihara alam sebagai sumber kehidupan bersama.
Judson menambahkan bahwa nilai-nilai iman Kristen mengajarkan umat untuk hidup dalam terang, kejujuran, keadilan, dan damai sejahtera. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus tercermin dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di Tanah Papua.
Lebih lanjut, Ketua MRPB menegaskan bahwa sebagai warga negara Indonesia, orang Papua memiliki tanggung jawab iman dan moral untuk menjaga persatuan, kedamaian, dan keutuhan bangsa. Hal ini sejalan dengan ajaran Injil tentang kasih kepada sesama serta hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman.
“Kesetiaan kepada Tuhan sejalan dengan tanggung jawab untuk menjaga bangsa dan negara. Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Dalam semangat peringatan HUT Pekabaran Injil ke-171 Tahun 2026, Judson Ferdinandus Waprak mengajak seluruh masyarakat Papua Barat untuk terus memperkuat iman kepada Tuhan sebagai sumber terang dan kehidupan, menjaga nilai-nilai adat serta martabat orang Papua, bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab bagi Tanah Papua, serta menjaga persatuan dan kedamaian dalam bingkai NKRI.
Ia berharap terang Injil senantiasa membimbing orang Papua untuk menjadi berkat, tidak hanya bagi Tanah Papua, tetapi juga bagi bangsa dan negara Indonesia secara keseluruhan.
“Sebagai anak-anak Allah yang hidup dalam terang, kita bekerja untuk Tuhan, menjaga Tanah Papua, dan merawat Indonesia,” pungkasnya. (afh/red)
