FAKFAK,PinFunPapua.com – Pelaksanaan bazar Ramadan yang digelar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Fakfak bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Fakfak tak sekadar menjadi kegiatan musiman. Di balik ramainya pengunjung di Ruang Terbuka Hijau (RTH), kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi pelaku usaha kecil.
Selama hampir empat minggu, sejak 23 Februari hingga 16 Maret 2025, kawasan RTH disulap menjadi “Kampung Ramadan” yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jaringan.
Salah satu pelaku UMKM, Faradila Inaya, mengaku merasakan dampak positif dari bazar tersebut. Ia menyebut omzet hariannya meningkat signifikan.
“Alhamdulillah, omzet kami per hari bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu. Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan,” ujarnya.
Menurutnya, bazar Ramadan juga mempermudah koordinasi antar pelaku UMKM, mulai dari berbagi informasi hingga memenuhi kebutuhan usaha.
Meski demikian, ia berharap ke depan tersedia fasilitas yang lebih memadai bagi para pelaku usaha. “Kami berharap ada ruang khusus agar bisa beraktivitas lebih nyaman,” tambahnya.
Hal senada disampaikan pelaku UMKM lainnya, Nining Iha. Ia menilai kegiatan berjalan lancar dan memberi manfaat luas bagi pedagang maupun masyarakat.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan baik hingga selesai, dan ratusan masyarakat dapat terlayani. Ini patut kita syukuri bersama,” ungkapnya.
Nining berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan persiapan lebih matang dan dukungan yang lebih besar bagi UMKM.
Para pelaku usaha juga menginginkan program seperti ini tidak hanya hadir saat Ramadan, tetapi bisa berkelanjutan sebagai wadah pengembangan usaha dan peningkatan daya saing.
Bazar Ramadan yang dikemas dalam konsep “Kampung Ramadan” ini pun menjadi lebih dari sekadar tempat jual beli, tetapi juga simbol pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan UMKM di Kabupaten Fakfak. (Risman Bauw).
