MANOKWARI, PinFunPapua.com — Pelaksanaan Pakta Integritas dan pengambilan sumpah dalam rangka Penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Papua Barat berlangsung khidmat dan penuh tanggung jawab, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Dr. Sulastiana, M.Si., CRGP., CHCM., CRPP., serta diikuti oleh Irwasda dan para pejabat utama di lingkungan Polda Papua Barat. Turut hadir pula panitia seleksi serta orang tua atau wali peserta sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung proses seleksi yang bersih dan transparan.
Pelaksanaan pakta integritas dan pengambilan sumpah ini menjadi tahapan penting dalam memastikan seluruh rangkaian rekrutmen anggota Polri berjalan sesuai prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH). Kehadiran orang tua dan wali peserta juga menjadi bagian dari pengawasan eksternal guna mencegah praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Adapun jumlah peserta Penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Papua Barat tercatat sebanyak:
Akademi Kepolisian (Akpol) sebanyak 59 orang
Tamtama sebanyak 47 orang
Bintara PTU (kemampuan SPKT) sebanyak 1.660 orang
Bintara Polair sebanyak 43 orang
Bintara dengan kemampuan intelijen sebanyak 61 orang
Bakomsus sebanyak 28 orang
Dalam prosesi tersebut, seluruh pihak yang terlibat menandatangani pakta integritas dan mengucapkan sumpah untuk melaksanakan setiap tahapan seleksi secara jujur, objektif, dan bertanggung jawab.
Dalam arahannya, Wakapolda Papua Barat menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri harus dilaksanakan secara profesional dan berintegritas, tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun. Ia menekankan bahwa kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan dan usaha masing-masing, bukan karena faktor kedekatan atau titipan.
“Melalui pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, kita teguhkan komitmen bersama untuk mewujudkan rekrutmen Polri yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun kecurangan dalam proses seleksi,” tegasnya.
Sementara itu, Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, S.H., S.I.K., M.Kom., menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua dan wali peserta merupakan bentuk pengawasan tambahan agar proses seleksi berjalan sesuai ketentuan. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Polda Papua Barat berkomitmen penuh untuk melaksanakan penerimaan anggota Polri secara bersih dan transparan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut mengawasi dan segera melaporkan apabila ditemukan indikasi penyimpangan,” ujarnya.
Dengan dilaksanakannya pakta integritas dan pengambilan sumpah ini, diharapkan seluruh tahapan seleksi penerimaan calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Papua Barat dapat berjalan lancar serta menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara. (red/rls)
