MANOKWARI,PinFunPapua.com— Ketua PRIMA DMI Papua Barat, Fajrin Atta Maruapey, mengecam keras dugaan pencurian patung burung kasuari yang berada di kawasan perkantoran Gubernur Papua Barat, Bukit Arfai, Manokwari.
Fajrin menilai, hilangnya patung kasuari tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan juga bentuk tidak menghargai simbol daerah yang memiliki nilai historis dan identitas bagi masyarakat Papua Barat.
Ia mendesak pihak kepolisian untuk segera melakukan pencarian serta penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut.
“Kami mengecam keras tindakan pencurian ini. Kami meminta pihak kepolisian segera menelusuri dan menemukan patung kasuari yang hilang, serta memproses hukum oknum yang terlibat,” tegas Fajrin dalam keterangannya.
Menurutnya, patung burung kasuari merupakan salah satu ikon penting yang melambangkan kehadiran Provinsi Papua Barat sejak awal pembentukannya, yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya Barat.
Fajrin juga mengingatkan bahwa simbol-simbol daerah seperti patung kasuari memiliki nilai sejarah yang erat kaitannya dengan perjuangan pembangunan Papua Barat, khususnya pada masa kepemimpinan mantan Gubernur Papua Barat, Brigjen (Purn) Abraham Oktavianus Atururi.
“Patung kasuari ini bukan sekadar ornamen, tetapi simbol dari perjalanan panjang Papua Barat sebagai sebuah provinsi. Ini bagian dari warisan pembangunan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia menuturkan, selama masa kepemimpinan Abraham Oktavianus Atururi, berbagai capaian pembangunan telah berhasil diwujudkan, mulai dari pembangunan infrastruktur jalan trans Sorong–Manokwari, pembangunan pabrik semen di Maruni, hingga pembangunan kompleks perkantoran pemerintahan di Bukit Arfai.
Selain itu, Papua Barat juga dicanangkan sebagai provinsi konservasi, yang menjadi tonggak penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut.
“Berbagai prestasi itu menjadi bukti kerja keras dan dedikasi beliau dalam membangun Papua Barat. Bahkan, beliau pernah dinobatkan sebagai ‘Bapak Pembangunan’ Papua Barat pada peringatan hari jadi provinsi,” katanya.
Fajrin menegaskan, warisan pembangunan tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga, termasuk simbol-simbol daerah seperti patung kasuari.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk lebih peduli dalam menjaga aset dan ikon daerah agar tidak hilang atau rusak akibat tindakan yang tidak bertanggung jawab.
“Kami berharap pemerintah provinsi bersama aparat keamanan dapat meningkatkan pengawasan di kawasan perkantoran. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa burung kasuari sebagai ikon Papua Barat memiliki makna filosofis dan kultural yang kuat, sehingga keberadaannya perlu dihormati dan dilestarikan.
“Sebagai generasi penerus, kita wajib menjaga apa yang telah diwariskan oleh para pemimpin sebelumnya. Mari kita jaga bersama ikon Papua Barat ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan jati diri daerah,” tutupnya. (Dhy)
