MANOKWARI,PinFunPapua.com- Dinamika pemilihan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat mulai menunjukkan geliat yang signifikan. Sedikitnya 13 figur disebut-sebut siap maju dalam kontestasi tersebut, mencerminkan tingginya perhatian terhadap masa depan pembinaan olahraga di provinsi itu.
Munculnya banyak kandidat dinilai sebagai fenomena positif yang mencerminkan besarnya harapan dan kepedulian berbagai pihak terhadap kemajuan olahraga di Papua Barat. Para calon dianggap memiliki semangat dan komitmen untuk membawa perubahan, khususnya dalam peningkatan prestasi atlet serta tata kelola organisasi olahraga yang lebih profesional.
Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan Juga Menjabat Sebagai Ketua Prima DMI Papua Barat, Fajrin Atta
Maruapey mengatakan Sejumlah kalangan menyampaikan apresiasi terhadap para bakal calon yang telah menyatakan kesiapan mereka, Jumat (10/4/2026).
Kepemimpinan di tubuh KONI dinilai sangat strategis karena berkaitan langsung dengan pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga pengelolaan cabang olahraga secara menyeluruh.
‘Ketua KONI Papua Barat ke depan diharapkan mampu menjadi motor penggerak kebangkitan olahraga daerah. Hal ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua Barat yang menargetkan peningkatan prestasi olahraga, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di kancah internasional,”ujar Fajrin di Manokwari.
Ia mengatakan, peran pemimpin dinilai sangat krusial dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan. Tidak hanya sebagai pengambil kebijakan, tetapi juga sebagai figur yang mampu memotivasi atlet, pelatih, dan seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Menurutnya, Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama. Atlet, pelatih, hingga pengurus cabang olahraga perlu mendapatkan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan akan lahir generasi atlet unggulan yang mampu mengharumkan nama Papua Barat di berbagai ajang kompetisi.
Selain itu, pembinaan atlet usia dini menjadi aspek yang sangat penting. Regenerasi atlet harus berjalan dengan baik agar prestasi olahraga tidak bersifat sesaat, melainkan berkelanjutan. Program pembinaan yang sistematis sejak usia muda diyakini menjadi fondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi.
“Masyarakat, cabang olahraga, serta berbagai pemangku kepentingan berharap agar siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua KONI Papua Barat mampu membawa perubahan positif. Transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan organisasi menjadi tuntutan utama,”katanya.
Di tengah dinamika tersebut, muncul pula wacana penerapan biaya pendaftaran bagi para bakal calon Ketua KONI Papua Barat. Usulan ini dinilai sebagai salah satu bentuk komitmen dan keseriusan kandidat dalam mengikuti proses pencalonan.
Beberapa pihak menilai, penerapan biaya pendaftaran juga dapat membantu pembiayaan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov), sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada dana hibah dari pemerintah daerah.
Sebagai perbandingan, sejumlah organisasi lain seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) telah lebih dahulu menerapkan kebijakan serupa dalam proses pencalonan kepemimpinan mereka, dengan nominal yang cukup signifikan.
Namun demikian, wacana ini juga perlu dikaji secara matang agar tidak menghambat partisipasi figur-figur potensial yang memiliki kapasitas, tetapi terbatas secara finansial. Prinsip inklusivitas dan kesempatan yang adil tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam proses demokrasi organisasi.
Lebih jauh, pelaksanaan Musorprov diharapkan dapat berjalan tepat waktu dan tanpa kendala. Ketersediaan anggaran yang memadai menjadi salah satu faktor penting agar agenda tersebut dapat terlaksana secara efektif dan menghasilkan keputusan yang berkualitas.
Dengan tingginya antusiasme kandidat dan harapan masyarakat, momentum ini dinilai sebagai peluang besar untuk melakukan pembenahan menyeluruh dalam tubuh KONI Papua Barat. Kepemimpinan yang kuat, visioner, dan berintegritas menjadi kunci utama dalam mendorong kemajuan olahraga di daerah tersebut.
Publik kini menaruh harapan besar agar proses pemilihan berjalan secara transparan, demokratis, dan menghasilkan sosok pemimpin yang benar-benar mampu membawa olahraga Papua Barat ke arah yang lebih maju dan berprestasi. (Dhy)
