MANOKWARI, PinFunPapua.com – Sepanjang Januari hingga Maret 2026, kejadian kebakaran dan non-kebakaran di wilayah Papua Barat menunjukkan variasi tingkat insiden di sejumlah kabupaten. Data tersebut tertuang dalam laporan resmi Bidang Pemadam Kebakaran yang mencakup wilayah Kabupaten Manokwari, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Teluk Wondama.
Di Manokwari, tercatat sebanyak tujuh kejadian kebakaran dengan total 10 bangunan terdampak. Objek yang terbakar meliputi tiga unit rumah tinggal, satu bangunan eks hotel, empat kios atau tempat usaha, serta dua gudang barang.
Selain itu, petugas juga menangani sejumlah kegiatan penyelamatan, antara lain evakuasi lima sarang tawon dan satu perbaikan kendaraan roda dua. Untuk kejadian non-kebakaran, terdapat satu kegiatan penyiraman dalam rangka acara kelulusan siswa SMA.
Sementara itu, di Fakfak terjadi dua insiden kebakaran dengan dampak cukup besar, yakni 13 unit rumah tinggal terbakar. Di Teluk Bintuni, dua kejadian kebakaran menghanguskan satu kios dan satu rumah tinggal. Sedangkan di Teluk Wondama, satu kejadian kebakaran tercatat dengan satu rumah tinggal sebagai objek yang terbakar.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Markus Suruan, menyampaikan bahwa data tersebut menjadi dasar evaluasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan penanganan bencana kebakaran.
“Laporan ini kami susun berdasarkan kejadian riil di lapangan selama triwulan pertama tahun 2026. Ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk meningkatkan respons cepat, pencegahan, serta koordinasi lintas instansi di wilayah Papua Barat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pentingnya peran masyarakat dalam upaya pencegahan kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dari instalasi listrik dan aktivitas yang berisiko memicu api. Sinergi antara petugas dan masyarakat sangat diperlukan,” tambahnya.
Laporan ini disampaikan kepada sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda Papua Barat sebagai bahan koordinasi dan pengambilan kebijakan ke depan. Laporan ditetapkan di Manokwari pada 14 April 2026. (JN)
