MANOKWARI, PinFunPapua.com — Aksi demonstrasi yang digelar oleh massa di Manokwari, Papua Barat, berlangsung dinamis setelah para demonstran menolak fasilitas kendaraan yang disediakan oleh pihak kepolisian.
Sebelumnya, aparat kepolisian telah menyiapkan enam unit kendaraan berupa truk dan pick up untuk mengangkut massa aksi menuju titik tujuan. Namun, tawaran tersebut ditolak oleh para demonstran dengan alasan kendaraan yang disediakan dinilai tidak layak.
Massa aksi memilih untuk tetap bergerak dengan berjalan kaki sebagai bentuk sikap dan solidaritas dalam menyuarakan aspirasi mereka.
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh kasus penembakan terhadap masyarakat sipil Papua yang memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat. Dalam tuntutannya, massa mendesak adanya penegakan hukum yang transparan dan keadilan bagi korban.
Hingga saat ini, massa demonstran masih tertahan di kawasan lampu merah Makalow. Aparat kepolisian melakukan blokade untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi yang tidak diinginkan.
Sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait telah berada di lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus pendekatan kepada massa. Terpantau hadir Kapolda Papua Barat, Alfred Papare, perwakilan Kesbangpol Papua Barat, serta perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM wilayah Papua Barat.
Situasi di lapangan masih berlangsung dengan pengamanan ketat, sementara upaya dialog antara aparat dan massa terus dilakukan guna mencari solusi terbaik atas tuntutan yang disampaikan. (JN)
