Anggota DPR Papua Barat, Fachry Tura Dalam Masa Reses ke-II tahun 2026 di Fakfak, Ia Menyempatkan Diri Berdialog Bersama Mahasiswa Kampus Stia Asy-Syafi'iyah Fakfak, ( Foto: Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Di sela-sela pelaksanaan Reses II Tahun 2026 di Kabupaten Fakfak, Anggota DPR Provinsi Papua Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Fachry Tura, menyempatkan diri bertemu, bersilaturahmi, dan berdialog langsung dengan mahasiswa STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi ruang diskusi bagi para mahasiswa untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait sektor pendidikan yang dinilai masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah.
Bagi mahasiswa STIA Asy-Syafi’iyah, kehadiran seorang anggota DPR Provinsi Papua Barat yang datang langsung untuk berdialog merupakan momen yang membanggakan. Mereka mengaku baru pertama kali mendapatkan kesempatan berdiskusi secara terbuka dengan wakil rakyat tingkat provinsi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Salah satu mahasiswa, Darman Suwakul, menyampaikan bahwa keterbatasan kuota beasiswa dan bantuan pendidikan masih menjadi kendala yang dirasakan banyak mahasiswa di Kabupaten Fakfak. Menurutnya, masih banyak mahasiswa yang memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan, namun terkendala biaya.
“Kami berharap kuota beasiswa dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat dapat ditambah untuk Kabupaten Fakfak. Dengan begitu, lebih banyak anak-anak Fakfak yang bisa menyelesaikan studi mereka. Kami juga berharap bantuan pendidikan untuk mahasiswa, khususnya di STIA Asy-Syafi’iyah, dapat diperbanyak,” ungkap Darman.
Aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari Fachry Tura. Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus menjadi perhatian bersama karena berhubungan langsung dengan masa depan generasi muda Papua Barat.

Menanggapi permintaan mahasiswa, Fachry Tura menyatakan akan membawa dan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pendidikan ke depan.
“Apa yang menjadi harapan teman-teman mahasiswa hari ini akan kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat. Saya tidak bisa berjanji karena itu merupakan kewenangan pemerintah, tetapi saya berkomitmen untuk memperjuangkan dan menyampaikan aspirasi ini agar mendapat perhatian yang serius,” ujar Fachry Tura.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari kemudahan akses pendidikan. Karena itu, pemerintah perlu terus memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh bantuan pendidikan dan beasiswa.
Menurut Fachry, mahasiswa merupakan aset daerah yang kelak akan menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan di masa depan. Oleh sebab itu, dukungan terhadap dunia pendidikan harus menjadi prioritas agar tidak ada anak-anak Papua yang kehilangan kesempatan meraih cita-cita hanya karena keterbatasan ekonomi.
Di akhir pertemuan, Fachry Tura berharap mahasiswa STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak tetap semangat menempuh pendidikan, terus meningkatkan kapasitas diri, serta menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Fakfak dan Papua Barat.
“Teruslah belajar dan jangan pernah menyerah dengan keadaan. Pendidikan adalah jalan terbaik untuk mengubah masa depan. Tugas kami adalah memperjuangkan aspirasi kalian, sementara tugas kalian adalah terus berjuang meraih cita-cita,” pesannya.
Pertemuan tersebut menjadi bukti bahwa kegiatan reses tidak hanya menjadi sarana menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga wadah mempererat hubungan antara wakil rakyat dan generasi muda yang menjadi harapan pembangunan daerah di masa mendatang.
“Setiap anak berhak bermimpi setinggi langit, dan pendidikan adalah sayap yang akan membawanya terbang meraih masa depan. Ketika akses pendidikan diperluas, maka harapan sebuah daerah akan tumbuh semakin kuat.”
(Penulis: Risman Bauw).
