MANOKWARI,PinFunPapua.com – Wakil Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPRP Papua Barat, Agustinus Orocomna, meminta panitia pelaksana Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 untuk memberikan akses yang memadai kepada wartawan lokal dalam meliput seluruh rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung di Manokwari.
Menurut Orocomna, keberadaan insan pers, khususnya media lokal, memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah, penyelenggara kegiatan, dan masyarakat. Oleh karena itu, akses terhadap kegiatan yang bersifat publik harus tetap diberikan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Wartawan harus diberikan kesempatan untuk meliput kegiatan yang bersifat publik. Kami meminta panitia dapat mengakomodasi rekan-rekan media agar dapat menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Orocomna di Manokwari, Jumat (19/6/2026).
Ia menilai media lokal memiliki pemahaman mendalam terhadap kondisi sosial, budaya, dan dinamika masyarakat Papua Barat, sehingga keterlibatan mereka akan membantu menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Pesparawi secara cepat, akurat, dan berimbang kepada masyarakat luas.
Orocomna juga menyoroti sejumlah agenda penting dalam pembukaan Pesparawi Nasional XIV yang direncanakan akan dihadiri oleh pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden Republik Indonesia dan sejumlah menteri. Menurutnya, aspek keamanan dan protokoler dapat tetap dijaga tanpa harus mengurangi hak wartawan dalam memperoleh akses informasi.
“Apabila ada pertimbangan keamanan, panitia dapat melakukan pendataan dan menerbitkan kartu identitas khusus bagi wartawan yang bertugas. Dengan demikian, keamanan tetap terjaga dan kerja jurnalistik dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pesparawi Nasional merupakan agenda besar yang dilaksanakan setiap empat tahun sekali dan menjadi kebanggaan bersama. Kesuksesan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab panitia dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers.
Menurutnya, selama ini media memiliki kontribusi besar dalam menyebarluaskan informasi serta mengangkat nilai-nilai positif dari setiap pelaksanaan Pesparawi. Karena itu, tidak seharusnya ada pembatasan yang menghambat kerja jurnalistik media lokal.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya keluhan dari salah seorang wartawan media lokal di Papua Barat yang mengaku belum memperoleh akses peliputan pada acara pembukaan dan sejumlah agenda penting yang dihadiri Wakil Presiden RI. Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian kalangan jurnalis dan organisasi profesi pers di Papua Barat yang berharap keterbukaan informasi tetap dijunjung sesuai aturan yang berlaku.
Orocomna berharap pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV dapat berlangsung aman, tertib, sukses, serta membawa dampak positif bagi kemajuan Papua Barat.
“Pers yang bebas dan bertanggung jawab adalah cahaya yang menerangi ruang publik. Ketika informasi terbuka, kepercayaan masyarakat pun akan tumbuh dan persatuan dapat semakin kuat.”
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Pesparawi Nasional XIV bukan hanya sebagai perayaan seni dan pujian rohani, tetapi juga sebagai momentum menunjukkan wajah Papua Barat yang terbuka, ramah, dan menghargai peran semua pihak.
(Rls/Ris).
