FAKFAK,PinFunPapua.com – Kontestasi menuju Musyawarah Daerah (Musda) Kerukunan Keluarga Besar Kei Kabupaten Fakfak periode 2026-2030 mulai menghangat. Salah satu tokoh masyarakat Kei, Slamet Efruan, secara resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Kerukunan Kei Kabupaten Fakfak kepada panitia pemilihan, Rabu (24/6/2026).
Kehadiran Slamet Efruan di lokasi pendaftaran mendapat dukungan dari keluarga besar, kerabat, serta para simpatisan yang turut mengantarnya menyerahkan berkas pencalonan. Panitia pemilihan menyatakan bahwa seluruh berkas yang diserahkan telah diterima dan Slamet Efruan secara sah terdaftar sebagai bakal calon Ketua Kerukunan Keluarga Besar Kei Kabupaten Fakfak.
Musda yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026 mendatang dipandang sebagai momentum penting dalam menentukan arah organisasi empat tahun ke depan. Seiring semakin dekatnya pelaksanaan Musda, perhatian dan antusiasme warga Kei di Fakfak pun terus meningkat.
Usai mendaftarkan diri, Slamet Efruan mengajak seluruh warga Kei untuk menjaga persatuan dan menjadikan organisasi kerukunan sebagai rumah bersama dalam membangun masa depan generasi penerus.
“Kerukunan ini adalah wadah kita bersama. Mari saling menjaga dan tetap bersatu, karena apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi warisan bagi anak cucu kita di Kabupaten Fakfak,” ujarnya.

Slamet juga mengingatkan agar perbedaan pendapat yang muncul menjelang Musda tidak menjadi pemicu perpecahan. Menurutnya, segala persoalan harus diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme organisasi yang telah disepakati bersama.
“Jangan hanya berteriak di media sosial. Kerukunan ini adalah tempat kita berbicara, berdiskusi, dan mencari solusi bersama. Jika ada masalah, mari duduk bersama untuk menyelesaikannya dengan kepala dingin,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai adat Kei harus tetap dijunjung tinggi dalam setiap proses pengambilan keputusan. Karena itu, peran para tetua adat dan orang tua sangat penting sebagai rujukan dalam menjaga marwah dan kehormatan adat.
“Berbicara tentang adat tidak bisa sembarangan. Kita harus menghormati para orang tua dan tokoh adat yang memahami sejarah, nilai, dan aturan adat yang diwariskan oleh leluhur,” katanya.
Slamet Efruan juga menyampaikan harapannya agar panitia dapat menjalankan seluruh tahapan Musda secara profesional, transparan, dan sesuai aturan yang telah disepakati bersama.

“Siapa pun yang nantinya terpilih adalah pilihan keluarga besar Kei. Karena itu, proses ini harus kita jaga bersama demi persatuan dan kemajuan organisasi,” ungkapnya.
Pendaftaran Slamet Efruan menambah dinamika demokrasi dalam tubuh Kerukunan Keluarga Besar Kei Kabupaten Fakfak. Musda mendatang diharapkan tidak hanya melahirkan pemimpin baru, tetapi juga memperkuat solidaritas, menjaga nilai-nilai adat, dan mempererat persaudaraan masyarakat Kei di tanah Fakfak.
“Persatuan adalah kekuatan terbesar dalam sebuah keluarga. Ketika perbedaan diselesaikan dengan musyawarah dan rasa saling menghormati, maka kerukunan akan tetap kokoh dan masa depan akan semakin cerah.”
(Penulis : Risman Bauw).
