MANOKWARI,PinFunPapua.Com- Polisi Wanita (Polwan) Polda Papua Barat menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan anak melalui kegiatan Polwan Peduli Stunting di Posyandu Maria, Kampung Katebu, Manokwari, Papua Barat.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan ini menjadi upaya Polri mendukung program pemerintah dalam mencegah dan mempercepat penurunan angka stunting di Papua Barat.
Sebanyak 40 personel Polwan Polda Papua Barat terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat, khususnya para orang tua dan anak-anak balita yang mengikuti pelayanan Posyandu Maria.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Dr. Sulastiana, M.Si., CRGP., CHCM., CRPP., Kabid Keu Polda Papua Barat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Kepala BKKBN Provinsi Papua Barat, Pakor Polwan Polda Papua Barat, Kepala RT Kampung Katebu, Ketua Pimpinan Posyandu Maria, Kepala TVRI Provinsi Papua Barat, serta unsur terkait lainnya.
Sebanyak 63 warga Kampung Katebu dan 71 anak balita peserta Posyandu Maria juga mengikuti kegiatan tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan doa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat.
Dalam penyampaiannya, Dinas Kesehatan menekankan pentingnya deteksi dini terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Orang tua diminta aktif memantau kondisi kesehatan serta memenuhi kebutuhan gizi anak sejak masa awal pertumbuhan.
Program Genting dari BKKBN juga diperkenalkan sebagai salah satu bagian dari upaya bersama dalam mencegah dan menangani persoalan stunting.
Wakapolda Papua Barat Brigjen Pol Dr. Sulastiana dalam sambutannya mengatakan, persoalan stunting membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak.
Menurut dia, Gerakan Orang Tua Asuh dapat menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak.
“Gerakan Orang Tua Asuh merupakan salah satu bentuk upaya nyata yang dapat dilakukan secara bersama-sama untuk membantu mencegah dan menurunkan angka stunting, khususnya melalui perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan anak,” ujar Sulastiana.
Setelah penyampaian sambutan, Wakapolda Papua Barat bersama personel Polwan menyerahkan bantuan vitamin kepada orang tua dan anak-anak peserta Posyandu Maria.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan serta tumbuh kembang anak-anak di Kampung Katebu.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edukasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat mengenai pemberian biskuit padat gizi bagi bayi dan balita.
Para orang tua diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan zat gizi mikro, termasuk vitamin dan mineral, yang dibutuhkan dalam masa pertumbuhan anak.
Dalam edukasi tersebut dijelaskan, anak usia 6 bulan hingga kurang dari 1 tahun diberikan sebanyak 8 keping biskuit per hari. Sementara anak usia 1 tahun ke atas sebanyak 12 keping per hari, dengan tetap memberikan ASI sesuai kebutuhan.
Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu orang tua memahami pola pemberian makanan tambahan yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Untuk menciptakan suasana yang lebih interaktif, Pakor Polwan Polda Papua Barat juga menggelar kuis bagi para orang tua balita.
Kuis tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai kesehatan anak, pola asuh, serta pentingnya pemenuhan gizi dalam mencegah stunting.
Personel Polwan kemudian membagikan makanan ringan kepada para orang tua dan anak-anak balita. Bantuan masker untuk orang dewasa dan balita juga diberikan sebagai bagian dari kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Polri dorong sinergi lintas sektor
Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Trihadi Kuncahyo, A.Md., S.E., mengatakan pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Trihadi, pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian ASI sesuai kebutuhan, pola asuh yang tepat, serta perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak merupakan bagian penting dalam upaya mencegah stunting.
“Polri melalui Polwan Polda Papua Barat akan terus berkomitmen untuk hadir dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Persoalan stunting tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan sinergi dan kepedulian bersama antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, BKKBN, kader Posyandu, keluarga dan seluruh elemen masyarakat,” kata Trihadi.
Ia berharap kegiatan Polwan Peduli Stunting dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya kesehatan anak.
“Melalui momentum Hari Jadi Polwan ke-78 ini, kami berharap kegiatan sosial seperti Polwan Peduli Stunting dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap kesehatan dan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Trihadi menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, BKKBN, kader Posyandu, dan masyarakat dalam mendukung program percepatan penurunan stunting di Papua Barat.
Melalui kegiatan tersebut, Polwan Polda Papua Barat menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan dan masa depan anak-anak di Papua Barat.
(Rls : Dhy).
