Ketua Tim Pemekaran DOB Kabupaten Pegunungan Meyah Arfak, Matias Dowansiba, S.Th Usai Menyempaikan Aspirasi (FOTO : Aufrida Marisan )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Tim Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pegunungan Meyah menyerahkan dokumen usulan pemekaran kepada Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Papua Barat, Lamekh Dowansiba, Kamis (1/10/2026).
Penyerahan dokumen tersebut dilakukan sebagai bentuk permintaan dukungan kepada DPD RI untuk mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam mempercepat pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah sebagai daerah otonomi baru yang akan dimekarkan dari kabupaten induk, Kabupaten Pegunungan Arfak.
Ketua Tim Pemekaran DOB Kabupaten Pegunungan Meyah, Matias Dowansiba, menyampaikan dokumen usulan tersebut memuat sejumlah aspirasi masyarakat yang diharapkan dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti di tingkat pemerintah pusat.
Salah satu poin utama dalam dokumen tersebut adalah permintaan kepada Ketua DPD RI bersama seluruh anggota DPD RI agar mengawal dan memperjuangkan aspirasi pembentukan calon Kabupaten Pegunungan Meyah kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri.
Tim pemekaran berharap proses tersebut dapat mendorong agar usulan pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah segera mendapatkan tindak lanjut hingga dapat dimuat dalam Amanat Presiden (Ampres).
Selain itu, Tim Pemekaran DOB Pegunungan Meyah meminta pimpinan dan anggota DPD RI meneruskan aspirasi tersebut kepada Komisi II DPR RI yang memiliki tugas di bidang pemerintahan dalam negeri dan otonomi daerah.
Menurut tim pemekaran, dukungan dari lembaga-lembaga negara di tingkat pusat diperlukan untuk mendorong proses pembentukan calon Kabupaten Pegunungan Meyah agar dapat memperoleh kepastian dalam tahapan pembentukan daerah otonomi baru.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengesahan dan penetapan Ampres calon Kabupaten Pegunungan Meyah sebagai daerah otonomi baru di Provinsi Papua Barat.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat di wilayah calon DOB Kabupaten Pegunungan Meyah juga menyampaikan komitmen untuk terus mendukung perjuangan pemekaran daerah tersebut.
Tim pemekaran berharap perjuangan pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah dapat memperoleh dukungan politik dan kelembagaan dari Lamekh Dowansiba selama menjalankan tugasnya sebagai Anggota DPD RI.
“Kami berharap sebelum Lamekh Dowansiba mengakhiri masa jabatannya pada periode pertama ini, Kabupaten Pegunungan Meyah sudah resmi berdiri sendiri,” ujar Matias.
Menurut mereka, pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah diharapkan dapat membuka ruang yang lebih besar bagi percepatan pelayanan pemerintahan dan pembangunan serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan publik.
Ketua Tim Pemekaran DOB Kabupaten Pegunungan Meyah, Matias Dowansiba, mengaku optimistis terhadap dukungan Lamekh Dowansiba dalam memperjuangkan aspirasi tersebut.
Ia menilai Lamekh memiliki kedekatan dengan masyarakat adat Meyah dan Arfak sehingga diharapkan dapat memahami aspirasi serta kebutuhan masyarakat yang mendorong pembentukan daerah otonomi baru tersebut.
“Kami optimistis Bapak Lamekh Dowansiba dapat mendukung perjuangan pembentukan Kabupaten Pegunungan Meyah dan mengawal aspirasi ini di tingkat pusat,” kata Matias.
Ia berharap dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui komunikasi dan pengawalan bersama lembaga-lembaga terkait di tingkat pemerintah pusat.
Menurutnya, perjuangan pembentukan DOB Pegunungan Meyah membutuhkan kerja sama berbagai pihak, baik masyarakat, pemerintah daerah, DPD RI, DPR RI, maupun pemerintah pusat.
“Lamekh kami yakini akan berupaya sekuat tenaga di tingkat pusat demi mewujudkan berdirinya Kabupaten Pegunungan Meyah,” ujarnya.
Tim pemekaran berharap dokumen yang telah diserahkan tersebut menjadi bagian dari proses pengawalan aspirasi masyarakat Pegunungan Meyah sehingga usulan pembentukan daerah otonomi baru tersebut dapat memperoleh tindak lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (red)
