Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menghubungi Filep Wamafma melalui panggilan video (FOTO : Aufrida Marisan )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.L.A., mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk terus memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Papua Barat. Perhatian tersebut dinilai penting, terutama dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan serta penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi tenaga pendidik.
Hal itu disampaikan Filep Wamafma saat melakukan peninjauan program revitalisasi di SMP YPK 2 Manokwari, Rabu (21/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Filep mendengarkan secara langsung berbagai keluhan dan aspirasi yang disampaikan kepala sekolah serta para guru terkait pelaksanaan program revitalisasi dan sejumlah persoalan pendidikan yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Di tengah pertemuan bersama para guru, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menghubungi Filep Wamafma melalui panggilan video. Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan Filep untuk mempertemukan secara virtual pihak sekolah dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah agar dapat menyampaikan pengalaman serta aspirasi mereka secara langsung.
“Halo, Pak Menteri, saat ini saya sedang berada di SMP YPK 2 Manokwari bersama para guru,” ujar Filep saat menerima panggilan video dari Abdul Mu’ti.
Filep kemudian mengajak kepala sekolah dan para guru menyapa Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus menyampaikan tanggapan mereka terhadap program revitalisasi yang telah diterima SMP YPK 2 Manokwari.
Kepala SMP YPK 2 Manokwari, Henderina Siahaya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, atas bantuan revitalisasi yang diberikan kepada sekolah tersebut.
“Kami dari SMP YPK 2 Manokwari menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya atas program revitalisasi yang diberikan kepada sekolah kami. Terima kasih, Pak Menteri,” ungkap Henderina.
Ia mengatakan pihak sekolah telah melaksanakan program revitalisasi tersebut dengan baik. Menurutnya, bantuan yang diberikan menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan sekolah dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar bagi peserta didik.
Henderina juga mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan pemerintah terhadap dunia pendidikan di Papua, khususnya bagi sekolah yang membutuhkan peningkatan fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
“Kami sudah menjalankan program ini. Tidak ada yang bisa kami sampaikan selain rasa syukur dan terima kasih. Bapak Menteri selalu ada untuk kami dalam memperhatikan pendidikan di Papua ini,” katanya.
Menanggapi penyampaian pihak sekolah, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia, baik pada sekolah negeri maupun swasta.
Abdul Mu’ti mengatakan, sebagai menteri yang diberikan tugas untuk menjalankan program tersebut, dirinya berkomitmen mendorong perbaikan fasilitas pendidikan agar semakin layak dan representatif dalam menunjang kegiatan pembelajaran.
Menurutnya, kondisi bangunan sekolah yang baik merupakan salah satu faktor pendukung terciptanya proses belajar mengajar yang berkualitas. Oleh karena itu, pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan perlu diikuti dengan pemeliharaan yang baik oleh seluruh warga sekolah.
Ia juga mengingatkan pihak sekolah agar menjaga bangunan yang telah direvitalisasi, termasuk memperhatikan kebersihan dan pemanfaatan fasilitas sesuai dengan kebutuhan pendidikan.
“Saya berharap gedung yang sudah dibangun ini dijaga sebaik-baiknya, kebersihannya diperhatikan, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pesan Abdul Mu’ti.
Ia berharap keberadaan bangunan sekolah yang lebih baik dapat mendorong peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran serta menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi guru dan peserta didik.
“Semoga dengan pembangunan gedung ini, kegiatan pembelajaran bisa semakin baik lagi dan kita dapat menghasilkan serta mendidik generasi emas ke depan sebagaimana yang kita harapkan bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, Filep Wamafma menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Papua tidak cukup hanya melalui pembangunan dan perbaikan gedung sekolah. Menurutnya, pemerintah juga perlu memperhatikan ketersediaan fasilitas pendukung pembelajaran yang dapat membantu peserta didik memahami materi secara lebih mendalam.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian Filep adalah penyediaan laboratorium sekolah. Ia menilai laboratorium merupakan fasilitas penting dalam menunjang pembelajaran, terutama untuk mata pelajaran yang membutuhkan kegiatan praktik.
Ketersediaan laboratorium memungkinkan peserta didik tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar melalui praktik secara langsung. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan kompetensi peserta didik.
Filep berharap Kemendikdasmen memberikan perhatian terhadap kebutuhan tersebut, mengingat masih terdapat sekolah di Papua yang membutuhkan fasilitas laboratorium untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. (red)
