MANOKWARI,PinFunPapua.com – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Barat mencatat peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah Papua Barat. Berdasarkan data yang disampaikan Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat Kombes Pol. Arif Bahtiar, jumlah kejadian kecelakaan meningkat dari 131 kasus pada periode April hingga Juni menjadi 164 kasus pada Juli hingga September 2026.
Peningkatan tersebut menjadi perhatian kepolisian, terutama karena jumlah korban meninggal dunia dan korban luka berat juga mengalami kenaikan.
“Dalam tiga bulan sebelumnya, memang ada peningkatan yang sangat tinggi jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah,” kata Arif Bahtiar kepada wartawan di Manokwari.
Ia menjelaskan, jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 15 orang menjadi 26 orang. Sementara itu, korban luka berat bertambah dari 110 orang menjadi 121 orang. Adapun jumlah korban luka ringan berdasarkan data yang disampaikan mengalami perubahan dari 209 orang menjadi 134 orang.
Menurut Arif, kecelakaan lalu lintas tersebut didominasi pelajar dan kelompok usia produktif, khususnya mereka yang berusia 24 hingga 29 tahun.
Sejumlah faktor yang memicu kecelakaan antara lain berkendara dalam pengaruh alkohol, tidak mematuhi peraturan lalu lintas, serta kelalaian pengendara saat mengemudikan kendaraan.
“Faktor utama dipengaruhi alkohol, tidak mematuhi peraturan lalu lintas, dan ceroboh dalam mengemudikan kendaraan. Ini menjadi faktor-faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Ditlantas Polda Papua Barat melaksanakan Operasi Patuh Mansinam 2026. Operasi ini merupakan bagian dari kegiatan kepolisian yang dilaksanakan secara nasional, dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Arif mengatakan, operasi tersebut bertujuan menekan angka pelanggaran lalu lintas, mengurangi jumlah kecelakaan, serta meminimalkan fatalitas korban, khususnya korban luka berat dan meninggal dunia.
Selain itu, operasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas.
Menurutnya, upaya menekan angka kecelakaan tidak cukup hanya melalui penindakan. Kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas juga menjadi faktor penting dalam menciptakan keselamatan di jalan raya.
Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Mansinam 2026, kepolisian menetapkan sejumlah pelanggaran sebagai sasaran prioritas. Pelanggaran tersebut meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm, tidak memakai sabuk keselamatan, berkendara dalam pengaruh alkohol, tidak menggunakan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), melawan arus, berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor, serta mengemudikan kendaraan dengan kecepatan melebihi batas yang telah ditentukan.
Arif menegaskan, penanganan terhadap berbagai pelanggaran itu diharapkan mampu mendorong masyarakat lebih memahami pentingnya keselamatan saat berkendara.
Kepolisian juga akan mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif selama operasi berlangsung.
Dalam pelaksanaannya, Ditlantas Polda Papua Barat akan mengintensifkan edukasi kepada masyarakat di sejumlah lokasi yang dinilai strategis, seperti sekolah, pasar, terminal, pangkalan ojek, serta kawasan permukiman.
Lokasi-lokasi tersebut menjadi perhatian karena merupakan tempat aktivitas masyarakat yang berpotensi memiliki tingkat pelanggaran lalu lintas cukup tinggi.
Melalui kegiatan edukasi, kepolisian berharap masyarakat dapat memahami risiko pelanggaran dan semakin sadar akan pentingnya mematuhi aturan demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Meski mengutamakan pendekatan persuasif, kepolisian tetap membuka ruang untuk melakukan penindakan hukum terhadap pelanggaran yang ditemukan selama operasi.
“Namun, kami juga akan melaksanakan penindakan hukum sebagai langkah terakhir. Walaupun itu tidak menjadi indikator utama, kami ingin melihat bagaimana masyarakat bisa menyadari pentingnya tertib berlalu lintas,” kata Arif.
Ia berharap, melalui Operasi Patuh Mansinam 2026, kesadaran masyarakat Papua Barat dalam berkendara semakin meningkat sehingga angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan.
Kepolisian juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi peraturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak berkendara dalam pengaruh alkohol, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan
(Jurnalis : Dhy).
