Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak, Saleh Hindom, S.KM., MPH., (Foto : Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Fakfak resmi menutup Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun Anggaran 2026, Selasa (27/10/2026). Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan calon pemimpin satuan pendidikan yang kompeten, profesional, dan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Fakfak.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Disdikpora Kabupaten Fakfak, Saleh Hindom, S.KM., MPH., menjelaskan bahwa pelatihan BCKS dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru yang dipersiapkan menjadi calon kepala sekolah.
Menurut Saleh, program tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, serta dokumen perencanaan dan penganggaran Disdikpora Kabupaten Fakfak Tahun Anggaran 2026.
Ia menegaskan, calon kepala sekolah tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional agar mampu menjalankan kepemimpinan sekolah secara efektif.
“Secara umum, pelatihan BCKS ini dirancang untuk membekali peserta dengan kompetensi kepribadian, sosial, dan profesional yang dibutuhkan untuk memimpin sekolah secara efektif,” ungkap Saleh dalam laporannya.
Saleh menjelaskan, pelatihan tersebut diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Yang terdiri dari, 35 guru jenjang sekolah dasar (SD), 18 guru jenjang sekolah menengah pertama (SMP), dan 7 guru Jenjang sekolah menengah atas (SMA).
Dari jumlah tersebut, tiga peserta tercatat tidak hadir, masing-masing satu orang karena sakit dan dua orang tanpa keterangan.
Pelatihan berlangsung selama 110 jam pembelajaran (JP), dengan durasi setiap JP selama 45 menit. Kegiatan dilaksanakan melalui pembelajaran mandiri, tatap muka di tempat pelatihan, serta praktik belajar bersama kepala sekolah mentor di satuan pendidikan.
Tahapan pembelajaran dimulai pada 12–17 Oktober 2026 melalui pembelajaran mandiri sebanyak 18 JP. Selanjutnya, pada 18–27 Oktober 2026, peserta mengikuti pembelajaran tatap muka dan kegiatan di satuan pendidikan sebanyak 92 JP.
Setelah rangkaian pelatihan tersebut, peserta dijadwalkan melaksanakan diseminasi di satuan pendidikan pada 28 Oktober hingga 4 November 2026.
Lebih lanjut, Saleh menyampaikan bahwa proses pembelajaran BCKS dirancang secara terpadu melalui tiga pendekatan, yakni belajar mandiri melalui Learning Management System (LMS), belajar bersama pengajar dan sesama peserta, serta belajar langsung bersama kepala sekolah mentor dalam konteks nyata di satuan pendidikan.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta diwajibkan menyusun laporan, melaporkan penyelesaian pendidikan dan pelatihan kepada kepala sekolah masing-masing, serta melaksanakan pengimbasan pengetahuan kepada rekan guru dan tenaga kependidikan.
Pihaknya berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dan dibagikan kepada tenaga pendidik lainnya.
“Kami berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan ini dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas di satuan pendidikan masing-masing serta menjadi bekal dalam proses pengembangan karier dan penugasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” demikian harapan Saleh.
Saleh menambahkan, koordinasi antara penyelenggara, fasilitator, mentor, dan peserta perlu terus diperkuat sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pelatihan berikutnya. Pengembangan kompetensi calon kepala sekolah juga diharapkan berlangsung secara berkelanjutan agar mampu mendukung peningkatan kualitas kepemimpinan sekolah dan mutu pendidikan di Kabupaten Fakfak.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak, para fasilitator, mentor, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Apresiasi juga diberikan kepada peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan.
Dengan berakhirnya pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu membawa pengetahuan dan keterampilan baru ke sekolah masing-masing, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan pendidikan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat Fakfak.
(Jurnalis : Risman Bauw).
