Bupati Fakfak, Samaun Dahlan S.Sos., M.AP., Menutup Secara Resmi Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Jenjang, SD, SMP dan SMA Se-kabupaten Fakfak., (Foto : Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com- Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, S.Sos., M.AP., secara resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Fakfak Tahun 2026, Selasa (27/10/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa kepala sekolah bukan sekadar pemegang jabatan administratif, melainkan pemimpin yang memikul tanggung jawab besar dalam menentukan arah, kualitas, dan masa depan pendidikan di Kabupaten Fakfak.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Fakfak, ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, para narasumber, fasilitator, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pelatihan tersebut.
Bupati juga memberikan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian diklat. Ia berharap pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat menjadi bekal untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab di dunia pendidikan secara profesional.
“Pendidikan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas pendidikan yang mampu membentuk generasi cerdas, berintegritas, berkarakter, dan memiliki daya saing,” ungkapnya.
Menurut Samaun Dahlan, pembangunan pendidikan di Kabupaten Fakfak membutuhkan pemimpin-pemimpin sekolah yang mampu menghadirkan perubahan positif, baik dalam pengelolaan satuan pendidikan, peningkatan kompetensi guru, maupun pembentukan karakter peserta didik.
Ia menekankan bahwa seorang kepala sekolah harus mampu menjadi teladan, membangun kerja sama, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
“Melalui diklat ini, saya berharap para peserta telah memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kepemimpinan sekolah, pengelolaan satuan pendidikan, pengembangan kompetensi guru, serta penciptaan lingkungan belajar yang mendukung setiap peserta didik untuk berkembang,” katanya.
Bupati Samaun Dahlan menegaskan bahwa berakhirnya kegiatan diklat bukan berarti berakhir pula proses belajar. Sebaliknya, penutupan pelatihan harus menjadi titik awal bagi para peserta untuk membuktikan kemampuan, integritas, dan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan.
“Saya ingin menegaskan bahwa selesainya kegiatan diklat ini bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdikan diri bagi kemajuan pendidikan di Kabupaten Fakfak,” tegasnya.
Ia berpesan agar seluruh peserta terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika dan integritas, serta membangun budaya kerja yang profesional. Calon kepala sekolah, menurutnya, harus mampu memberikan arahan sekaligus bersedia mendengar, bekerja bersama, menyelesaikan persoalan, dan menunjukkan keteladanan melalui tindakan nyata.
“Jangan pernah menjadikan jabatan sebagai tujuan utama, tetapi pandanglah jabatan sebagai sarana untuk melayani. Utamakan kepentingan peserta didik, bangun kerja sama yang harmonis dengan guru dan orang tua, serta ciptakan suasana sekolah yang mendorong setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya,” pesannya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan pendidikan tidak cukup diukur dari kewenangan yang dimiliki, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh guru, peserta didik, dan lingkungan sekolah.
Lebih lanjut, Bupati berharap para calon kepala sekolah mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan, termasuk pemanfaatan teknologi, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi dan numerasi, serta upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal dan semangat membangun daerah.
Ia mengakui bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Fakfak masih membutuhkan kerja keras, kolaborasi, dan komitmen dari berbagai pihak. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, dinas terkait, kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan.
“Kita ingin agar setiap anak di Kabupaten Fakfak, di mana pun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang baik. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan kepemimpinan sekolah yang kuat, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi muda,” ujarnya.
Bupati menekankan bahwa pemerataan pendidikan tidak boleh berhenti sebagai harapan, tetapi harus menjadi komitmen bersama yang diwujudkan melalui kerja nyata dan tanggung jawab setiap pemangku kepentingan.
Dalam konteks tersebut, para peserta diklat diharapkan tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan sekolah. Integritas, kemampuan mengambil keputusan, keterbukaan terhadap masukan, dan kepedulian terhadap peserta didik menjadi bagian penting dari kepemimpinan yang dibutuhkan.
“Pemimpin yang baik bukanlah mereka yang hanya memberi perintah, melainkan mereka yang memberi teladan. Jabatan mungkin memberikan kewenangan, tetapi pengabdianlah yang meninggalkan kesan dan perubahan.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pemimpin sekolah tidak semata-mata ditentukan oleh kedudukan, melainkan oleh kualitas pelayanan, kemajuan peserta didik, serta lingkungan pendidikan yang berhasil dibangun.
Menutup sambutannya, Bupati Samaun Dahlan menyampaikan harapan agar seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Fakfak.
Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, ia secara resmi menyatakan Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah Kabupaten Fakfak Tahun 2026 ditutup.
“Masa depan Fakfak tidak hanya dibangun melalui apa yang kita dirikan hari ini, tetapi juga melalui karakter, pengetahuan, dan harapan yang kita tanamkan kepada generasi penerus.”
Penutupan diklat ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan kepemimpinan sekolah yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Fakfak.
(Jurnalis : Risman Bauw).
