Memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis (HIMPROABIS) STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Gelar Dialog Pemuda., (Foto : Risman Habibie).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah. Suara, gagasan, dan keberanian menyampaikan kritik harus menjadi kekuatan untuk mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
Semangat inilah yang diangkat Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis (HIMPROABIS) STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak melalui Dialog Pemuda dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, di Aula Kampus STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Sabtu (31/10/2026).
Mengusung tema “Suara Pemuda, Kebijakan Nyata, Menuju Fakfak Membara”, dialog interaktif tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Wakil Ketua II DPRK Fakfak, Abdul Rahman, S.P., dan Ketua Alumni STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Iptu Slamet Efruan, S.Sos.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, bertukar gagasan, serta membangun pemikiran kritis terhadap berbagai persoalan dan arah pembangunan Kabupaten Fakfak.
Dalam laporannya, Ketua Panitia, Ismail Rumodar, mengatakan pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan dan arah pembangunan daerah.
Menurutnya, mahasiswa di Kabupaten Fakfak harus mampu mengambil bagian dalam pembangunan melalui gagasan, aspirasi, serta pemikiran kritis yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan, keterlibatan pemuda sangat dibutuhkan untuk mengidentifikasi persoalan, menawarkan solusi, dan mendorong kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan, semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai peringatan sejarah setiap 28 Oktober, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, persatuan, dan tanggung jawab generasi muda terhadap daerah.

Ismail juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan dialog ini tidak terlepas dari antusiasme dan semangat mahasiswa yang turut mengambil bagian.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai ruang diskusi, pembelajaran, dan penguatan kapasitas pemuda dalam mengawal pembangunan Fakfak.
Sementara itu, Ketua Umum HIMPROABIS STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Abdul Fatah Rumalutur, menegaskan bahwa pemuda merupakan tulang punggung bangsa yang harus memiliki keberanian memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
Ia mengajak mahasiswa agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan sosial, politik, pendidikan, dan pembangunan daerah.
Menurutnya, mahasiswa harus berada di garis terdepan dalam menyuarakan kepentingan masyarakat melalui cara-cara yang kritis, konstruktif, dan bertanggung jawab.
Fatah juga mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda merupakan tonggak sejarah persatuan bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia berharap momentum tersebut mampu membangkitkan semangat mahasiswa di Fakfak untuk bersatu, meningkatkan kualitas diri, serta berani menyampaikan gagasan demi kemajuan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Drs. H. Mustaghfirin, M.Si., Wakil Ketua II DPRK Fakfak Abdul Rahman, S.P., Ketua Alumni STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak Iptu Slamet Efruan, S.Sos., perwakilan mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi di Fakfak, serta tamu undangan lainnya.
Dialog ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai mitra kritis pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah.
” pemuda yang hebat bukan hanya mereka yang pandai berbicara tentang perubahan, tetapi mereka yang berani berpikir, menyampaikan kebenaran, dan bekerja nyata untuk mewujudkannya. Suara pemuda harus menjadi kekuatan perubahan, bukan sekadar gema dalam ruang diskusi”.
(Jurnalis : Risman Habibie Bauw).
