STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak Gandeng UNPAD, Bidik Generasi Muda Papua Kuasai Ekonomi Digital., (Foto : Risman Bauw).
FAKFAK,PinFunPapua.com – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Asy-Syafi’iyah Fakfak resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Minggu (8/11/2026). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan akademik sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Drs. H. Mustaghfirin, M.Si., disaksikan Dosen Universitas Padjadjaran, Dr. Rani Sukmadewi, S.AB., M.AB. Kegiatan berlangsung di Aula STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak.
Turut hadir Wakil Ketua I STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Zulfiqar W. Bauw, S.E., M.M., Kepala LP2M Samsuri, S.P., M.Si., Ketua Program Studi Administrasi Publik Marthen A. Pentury, S.E., M.Sc., serta sejumlah dosen lainnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Guest Lecture bertajuk “Pemasaran Digital, Social Commerce dan AI di Industri Kreatif: Peluang bagi Generasi Muda Papua Barat.”
Hadir sebagai narasumber, Dr. Rani Sukmadewi, S.AB., M.AB., Dosen Vokasi Universitas Padjadjaran, bersama Putri Diah Lestari, seorang pakar pemasaran digital (Digital Marketing Expert).
Dalam sambutannya, Ketua STIA Asy-Syafi’iyah Fakfak, Drs. H. Mustaghfirin, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menghubungkan teori perkuliahan dengan praktik nyata di dunia usaha.
Ia mengajak mahasiswa agar tidak hanya memahami teori bisnis di ruang kuliah, tetapi juga mampu menerapkannya melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Adik-adik mahasiswa telah mempelajari mata kuliah bisnis. Karena itu, salah satu bentuk praktik bisnis yang kita lakukan adalah membangun kerja sama melalui MoU dengan Universitas Padjadjaran, sesuai dengan tema kegiatan hari ini,” ungkap Mustaghfirin.
Menurutnya, persoalan ekonomi pada dasarnya berkaitan dengan bagaimana kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Namun, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat melakukan transaksi, dari pola konvensional menuju sistem digital yang lebih praktis dan efisien.

Jika dahulu masyarakat harus datang langsung ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari, kini melalui pemasaran digital dan layanan pengantaran, konsumen dapat memesan barang dari rumah tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga dan waktu.
“Dengan perkembangan digital, masyarakat cukup memesan barang sesuai kebutuhan melalui layanan daring. Selanjutnya, barang diantarkan langsung kepada konsumen. Inilah salah satu bentuk perkembangan ekonomi yang harus dipahami dan dimanfaatkan oleh generasi muda,” jelasnya.
Mustaghfirin juga menekankan bahwa aktivitas ekonomi tidak dapat dipisahkan dari dua sektor utama, yakni barang dan jasa. Barang merupakan produk yang dihasilkan, sedangkan jasa berperan dalam mendukung proses distribusi hingga produk tersebut sampai kepada konsumen.
Karena itu, menurutnya, kehadiran praktisi dalam kegiatan Guest Lecture sangat penting untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai strategi pemasaran digital, proses penjualan, hingga mekanisme distribusi barang melalui platform daring.
Ia menilai pemanfaatan teknologi digital juga dapat menjadi bagian dari pelayanan publik yang memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi ekonomi, termasuk melalui sistem pemesanan dan jasa pengiriman atau ongkos kirim.
Melalui kerja sama dengan Universitas Padjadjaran dan kegiatan kuliah tamu tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, mengembangkan industri kreatif, serta menghadirkan inovasi ekonomi yang sesuai dengan potensi daerah.
Bagi Papua Barat, penguasaan pemasaran digital dan kecerdasan buatan menjadi peluang penting untuk memperluas jangkauan produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Sebab, masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusianya dalam menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
“Jangan hanya menjadi penonton di tengah kemajuan teknologi. Generasi muda Papua harus berani belajar, berinovasi, dan menciptakan peluang. Sebab, peluang tidak hanya ditemukan, tetapi juga harus dibangun melalui pengetahuan dan keberanian untuk bertindak.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
