MANOKWARI, PinFunPapua.com – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Papua Barat menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 Hijriah pada Rabu (29/01/2025). Acara ini berlangsung di Masjid Al-Kausar, Jalan Baru Rendani, Manokwari, dan diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan serta pemberian santunan kepada 40 anak yatim.
Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Penjabat Gubernur Papua Barat, Ali Baham Temongmere, sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim dan sebagai bagian dari nilai-nilai ajaran Islam yang menekankan kepedulian sosial.
Dalam sambutannya, Penjabat Gubernur Ali Baham Temongmere menyampaikan bahwa peringatan Isra Mikraj bukan hanya menjadi momen mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sesama manusia dan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

“Peringatan Isra Mikraj ini memperkuat hubungan antara sesama serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dua hal ini menjadi esensi dari ajaran Isra Mikraj yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW, terutama dalam hal perintah salat. Salat memiliki dua dimensi, yakni hubungan vertikal dengan Tuhan dan hubungan horizontal dengan sesama manusia serta alam sekitar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Temongmere menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman. Ia mengajak umat Islam untuk menjadikan silaturahmi sebagai perekat utama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Sebagai umat Islam, kita harus benar-benar memegang ajaran salat dan menjadikan silaturahmi sebagai perekat persaudaraan. Dengan keberagaman agama yang ada di Papua Barat—Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu—kita harus menjadikannya sebagai kekuatan untuk membangun persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Temongmere juga menyinggung kepemimpinan Papua Barat ke depan, yang akan diemban oleh Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Dominggus Mandacan dan Mohamad Lakotani, yang dijadwalkan dilantik pada 6 Februari 2026.

“Momentum Isra Mikraj 2025 ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk mendukung pembangunan Papua Barat ke depan. Lepaskan perbedaan yang muncul dalam dinamika politik, mari bersatu membangun daerah ini agar lebih baik,” tuturnya.
Ia menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj tidak sekadar seremonial, tetapi juga sebagai refleksi untuk mempertebal keimanan dan mengaktualisasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Seluruh perintah Allah SWT, baik itu kewajiban puasa, zakat, infak, dan sedekah, diturunkan melalui wahyu. Namun, perintah salat diberikan secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra Mikraj. Ini menunjukkan betapa pentingnya salat dalam kehidupan seorang Muslim,” jelasnya.
Dalam sambutan penutupnya, Temongmere menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di berbagai bidang, termasuk bidang keagamaan. Ia berharap peringatan Isra Mikraj dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan wawasan keagamaan.
“Saya mengapresiasi terselenggaranya acara ini dan berharap BKMT Papua Barat dapat terus mengembangkan kegiatan-kegiatan serupa, bersinergi dengan organisasi keislaman lainnya. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah dalam membangun manusia yang beriman dan bertakwa,” katanya.
Ia juga berpesan agar umat Islam di Papua Barat tetap menjaga hubungan dengan Allah SWT di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari dengan menegakkan kewajiban pokok sebagai Muslim.
“Sesibuk apa pun kita, jangan lupakan kewajiban kita kepada Allah SWT. Mari kita jaga syiar Islam dan terus memakmurkan masjid-masjid sebagai pusat peribadatan dan pembinaan umat,” tutupnya.

Acara peringatan Isra Mikraj ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat persatuan umat Islam di Papua Barat.
Ketua Majelis Kontak Papua Barat , Fitri Arniati, menyampaikan apresiasinya atas suksesnya penyelenggaraan peringatan Isra Mikraj tahun ini. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlangsung dan semakin berkembang dengan dukungan dari berbagai pihak.
“Ke depan, BKMT akan terus menyelenggarakan kegiatan keagamaan yang bersinergi dengan pemerintah daerah setempat. Kami berharap program-program keagamaan ini dapat memberikan manfaat besar bagi umat Islam di Papua Barat,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Ia berharap santunan yang diberikan dapat membantu meringankan beban mereka dan menjadi ladang amal bagi semua pihak yang terlibat.
“Kami akan terus fokus pada kegiatan-kegiatan dakwah dan syiar Islam di Tanah Papua. Insya Allah akan ada lebih banyak kegiatan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Dhy).
