FAKFAK, PinFunPapua.com — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Honorer Non Database Kabupaten Fakfak, Papua Barat, berlangsung dalam suasana aman dan tertib. Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Fakfak pada Kamis (31/7/2025), dengan pengamanan dari 106 personel gabungan Polres Fakfak.
Demonstrasi yang dimulai pukul 10.00 WIT itu diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan tenaga honorer non database. Mereka menyampaikan aspirasi secara terbuka dan damai terkait status dan kejelasan masa depan mereka sebagai tenaga kerja non-ASN di lingkungan pemerintahan.
Polres Fakfak, sebagai institusi penjamin keamanan, menempatkan personel di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan kamtibmas dan memastikan aksi berjalan lancar. Pendekatan persuasif dan dialogis menjadi prioritas selama proses pengamanan berlangsung.
Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Fakfak, Kompol Henderjetha H. Yassu, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang bertugas dalam pengamanan aksi damai tersebut.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada rekan-rekan personel, baik perwira maupun bintara, yang telah menjalankan tugas pengamanan dengan profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab,” ujar Kompol Henderjetha.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para peserta aksi yang telah menunjukkan sikap dewasa dalam menyampaikan pendapat secara tertib dan tidak anarkis.
“Terima kasih kepada saudara-saudara kita dari Aliansi Honorer Non Database yang telah menyampaikan aspirasi secara damai. Ini menunjukkan kedewasaan demokrasi di Kabupaten Fakfak,” tambahnya.
Pengamanan aksi ini menjadi cerminan implementasi pendekatan Polri Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—yang terus digencarkan oleh institusi Polri di seluruh Indonesia. Polres Fakfak juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjamin kelancaran kegiatan.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga ruang demokrasi yang sehat, konstruktif, dan bertanggung jawab. Aksi damai ini menjadi bukti bahwa penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara bermartabat, dengan tetap mengedepankan ketertiban dan keamanan bersama. (red/rls)
