FAKFAK,PinFunPapua.com – Menindaklanjuti peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Papua Barat, Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, untuk sementara waktu tidak melakukan aktivitas melaut.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Fakfak dan sekitarnya pada Kamis (8/1/2026). Cuaca ekstrem ditandai dengan hujan lebat yang disertai petir serta angin kencang, yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Berdasarkan data pemantauan BMKG pada pukul 09.00 WIT, cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Fakfak, meliputi Distrik Fakfak Kota, Fakfak Barat, Fakfak Timur, Kokas, Karas, Tomage, dan wilayah sekitarnya. Dampak cuaca buruk ini juga meluas hingga Kabupaten Teluk Bintuni, termasuk Distrik Fafurwar, Sumuri, dan Aroba, serta Kabupaten Kaimana di wilayah Buruway dan Teluk Arguni.
Kapolres Fakfak menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Ia telah menginstruksikan jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) serta Polsek jajaran untuk meningkatkan pemantauan di wilayah pesisir dan perairan.
“Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat, khususnya nelayan, menunda aktivitas di laut sampai kondisi dinyatakan aman oleh otoritas terkait. Angin kencang dan gelombang tinggi sangat berisiko, terutama bagi kapal-kapal berukuran kecil,” tegas AKBP Hendriyana.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca ekstrem ini akan berlangsung setidaknya hingga pukul 12.30 WIT dan dapat diperpanjang sesuai dengan perkembangan cuaca di lapangan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta terus memantau informasi resmi dari BMKG maupun pihak kepolisian. Selain itu, warga juga diminta mengantisipasi potensi bencana lain seperti pohon tumbang dan banjir akibat tingginya intensitas hujan.(Risman Bauw)
