FAKFAK,PinFunPapua.com – Prajurit Korem 182/Jazira Onim (JO) kini tidak lagi melaksanakan lari pagi di jalan raya. Puluhan prajurit tampak melaksanakan pembinaan fisik lari pagi di Lapangan Upacara Makorem 182/JO yang baru, dengan penuh semangat dan kekompakan, Jumat (23/1/2026).
Semangat prajurit terlihat jelas dari lantangnya suara nyanyian yang mengiringi langkah kaki mereka selama berlari. Kegiatan ini menjadi momentum baru bagi prajurit Korem 182/JO setelah tersedianya fasilitas lapangan upacara dan jogging track di lingkungan Makorem.
Salah satu prajurit, Serda Hasan Batirari, mengungkapkan bahwa keberadaan lapangan upacara dan fasilitas olahraga tersebut merupakan penantian panjang bagi prajurit Korem 182/JO.
“Hampir enam tahun kami berdinas di sini, pembinaan fisik lari pagi selalu dilakukan di jalan raya Fakfak–Siboru. Namun sejak Bandara Siboru dibuka, kami sudah jarang berlari di jalan karena risikonya cukup tinggi dengan banyaknya kendaraan yang melintas,” ungkap Serda Hasan.
Mewakili prajurit Korem 182/JO, Serda Hasan juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Danrem 182/JO, Kolonel Inf Irwan Budiana, yang telah berupaya membangun Lapangan Upacara dan fasilitas olahraga jogging track secara swadaya.
“Terima kasih kepada Bapak Danrem 182/JO yang telah berupaya mewujudkan fasilitas ini untuk kami prajurit,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Danrem 182/JO Kolonel Inf Irwan Budiana, S.E., M.M., M.Han, mengapresiasi semangat dan kerja keras prajuritnya yang telah bahu-membahu bekerja di bawah terik matahari untuk membangun lapangan upacara dan jogging track tersebut.
Danrem berharap fasilitas yang telah dibangun ini dapat memberikan dampak positif bagi kebugaran prajurit sekaligus bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
“Mudah-mudahan lapangan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak hanya bagi prajurit Korem 182/JO, tetapi juga untuk warga di sekitar Makorem,” harap Kolonel Irwan Budiana.
Seperti tradisi setiap Jumat, usai melaksanakan olahraga bersama, para prajurit Korem 182/JO menikmati bubur kacang hijau dan telur rebus secara kebersamaan bersama para Perwira Korem, sebagai bentuk kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan satuan.(Risman Bauw)
