MANOKWARI, PinFunPapua.com – Managing Director World Resources Institute (WRI) Indonesia, Arief Wijaya, menegaskan kesiapan lembaganya untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara pengantar dalam Pertemuan Gubernur se-Tanah Papua yang berlangsung di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (12/02/2026).
Dalam forum tersebut, Arief memaparkan profil dan mandat kerja WRI Indonesia sebagai lembaga riset independen nasional yang berdiri sejak 2015. Sejak 2017, WRI Indonesia mulai aktif bekerja di Tanah Papua dan kini memiliki dua kantor perwakilan, masing-masing di Manokwari yang difasilitasi Universitas Papua (UNIPA), serta di Jayapura yang bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih (UNCEN) dan Universitas Ottow Geissler.
Ia menjelaskan bahwa WRI Indonesia berfokus pada tujuh isu strategis, yakni pangan, kehutanan dan tata guna lahan, perairan, kelautan, perkotaan dan transportasi, transisi energi, serta perubahan iklim. Seluruh agenda riset tersebut diarahkan untuk memperkuat basis data dan analisis kebijakan guna mendukung pengambilan keputusan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Fokus utama kami adalah menyediakan dukungan berbasis riset untuk formulasi kebijakan yang kuat, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Arief di hadapan para kepala daerah dan pemangku kepentingan.
Selain bekerja bersama pemerintah, WRI Indonesia juga membangun kemitraan dengan sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal. Pendekatan kolaboratif tersebut, menurut Arief, menjadi prasyarat penting untuk mencapai target pembangunan berkelanjutan sekaligus memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara adil oleh masyarakat.
Ia menilai forum pertemuan gubernur se-Tanah Papua merupakan momentum strategis untuk menyatukan visi pembangunan kawasan yang berbasis pada potensi lokal. Papua, kata dia, memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang luar biasa, yang jika dikelola secara tepat dapat menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi hijau.
“Papua memiliki peluang besar untuk tumbuh secara ekonomi tanpa mengorbankan fungsi ekologisnya. Ketahanan iklim dan kesejahteraan masyarakat harus berjalan seiring,” tegasnya.
Arief juga menyoroti pentingnya pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat sebagai bagian integral dari strategi pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua. Menurutnya, rekognisi terhadap masyarakat adat akan memperkuat tata kelola sumber daya alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.
Menutup penyampaiannya, Arief menyatakan bahwa WRI Indonesia siap melanjutkan dan memperluas dukungan sebagai mitra pembangunan bagi seluruh provinsi di Tanah Papua. Ia berharap sinergi antar-pemerintah daerah dan mitra pembangunan dapat semakin solid dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berketahanan iklim. (JN)
