MANOKWARI, PinFunPapua.com – Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari menyelenggarakan Dies Natalis ke-51 tahun yang berlangsung di Kampus Wosi, Manokwari, Selasa (17/02/2026).
Perayaan tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Dies Natalis STIH Manokwari ke-51, Kita Mewujudkan Kampus Bermutu dan Berdaya Saing.” Kegiatan tersebut dihadiri Ketua STIH Manokwari Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum., Ketua IKA STIH Manokwari Eduard Towansiba, para dosen, alumni, mahasiswa, serta unsur Forkopimda Papua Barat.
Dalam sambutannya, Dr. Filep Wamafma menegaskan bahwa momentum Dies Natalis bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas perjalanan panjang institusi dalam membangun sumber daya manusia di bidang hukum selama lebih dari lima dekade.
“Momentum 17 Februari adalah hari bersejarah bagi kita semua. Dari kampus ini telah lahir banyak sarjana hukum yang mengabdi di berbagai sektor. Karena itu, Dies Natalis ke-51 ini harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan mutu dan daya saing,” ujar Filep.
Ia menyampaikan, peningkatan kualitas akademik menjadi fokus utama manajemen kampus. Tahun ini STIH Manokwari kembali menambah tenaga doktor, dan sejumlah dosen lainnya tengah menempuh studi lanjut jenjang S2 dan S3. Selain itu, kampus juga merekrut dosen dari luar daerah, termasuk dari Universitas Gadjah Mada, guna memperkuat kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia.
Menurutnya, kampus bermutu tidak hanya ditentukan oleh proses belajar mengajar, tetapi juga oleh kualitas dosen, kurikulum, serta sistem manajemen pendidikan yang terukur dan berkelanjutan.
Di bidang infrastruktur, Filep mengungkapkan bahwa pembangunan dan pengembangan fasilitas kampus terus dilakukan secara bertahap. Kampus di Sanggeng ditargetkan rampung dalam waktu dekat dan akan digunakan bersama Kampus Wosi untuk menunjang aktivitas perkuliahan. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak main-main dalam investasi pendidikan.

“Kita tidak bisa bicara lulusan unggul tanpa menyiapkan sarana dan sistem yang memadai. Pendidikan harus dikelola dengan keseriusan dan konsistensi,” tegasnya.
Selain itu, STIH Manokwari juga tengah menjalani proses verifikasi perubahan status kelembagaan sebagai bagian dari rencana transformasi menuju bentuk institut. Jika seluruh tahapan administrasi berjalan lancar, maka pada perayaan berikutnya diharapkan perubahan tersebut dapat terwujud.
Dalam kesempatan itu, Filep juga menyoroti pentingnya integritas akademik di tengah perkembangan teknologi. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak bergantung sepenuhnya pada kecerdasan buatan (AI) dalam menyelesaikan tugas dan ujian, melainkan tetap mengedepankan proses belajar melalui literatur dan diskusi ilmiah.
“Teknologi boleh berkembang, tetapi jangan sampai menggantikan proses berpikir kritis mahasiswa hukum. AI harus dimanfaatkan sebagai alat bantu, bukan jalan pintas,” ujarnya.
Ia menambahkan, dari sekitar 1.500 mahasiswa yang terdaftar, sebagian besar telah menerima beasiswa. Menurutnya, dukungan tersebut harus diimbangi dengan kesungguhan belajar dan komitmen menyelesaikan studi tepat waktu.
Di sisi lain, STIH Manokwari juga terus memperkuat kemitraan dengan berbagai institusi penegak hukum di Papua Barat, termasuk dengan Polda Papua Barat, Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Pengadilan Tinggi Agama Papua Barat, Pengadilan Negeri Manokwari, dan Pengadilan Tinggi Papua Barat. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat praktik peradilan dan pusat kajian hukum di lingkungan kampus.
Melalui Dies Natalis ke-51 ini, manajemen kampus berharap seluruh civitas akademika dan alumni dapat bersinergi dalam membangun STIH Manokwari menjadi perguruan tinggi hukum yang unggul, profesional, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional. (JN)
