MANOKWARI, PinFunPapua.com – Memasuki usia ke-51 tahun, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Manokwari, Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa momentum Dies Natalis bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi institusional untuk memperkuat daya saing di tengah dinamika pendidikan tinggi hukum.
Dalam keterangannya, Dr. Filep menyampaikan bahwa perjalanan panjang lebih dari lima dekade telah membentuk karakter STIH Manokwari sebagai kampus yang adaptif terhadap perubahan. Setiap periode, mulai dari tantangan krisis ekonomi hingga perubahan kebijakan nasional, selalu dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem akademik dan tata kelola.
Ia menekankan bahwa kompetisi perguruan tinggi saat ini berbasis pada keunggulan. Oleh karena itu, sejak sekitar 15 tahun terakhir, STIH Manokwari secara sistematis membangun fondasi mutu melalui pembaruan kurikulum, peningkatan kualifikasi dosen, penataan infrastruktur, serta perluasan kemitraan strategis.
“Kita sadar bahwa mahasiswa hari ini memilih berdasarkan kualitas. Maka konsep unggul itu tidak bisa hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sistem,” ujarnya.
Dari sisi akademik, kurikulum telah diselaraskan dengan standar nasional dan kebutuhan praktik hukum kontemporer. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diperkuat pada aspek aplikatif dan analisis kasus.
Dalam hal sumber daya manusia, seluruh dosen kini telah berkualifikasi minimal Magister, dan sebagian besar telah menyandang gelar Doktor. Peningkatan kapasitas riset juga menjadi prioritas, ditandai dengan pelatihan intensif bagi dosen untuk bersaing dalam hibah penelitian nasional maupun internasional. Saat ini, puluhan proposal penelitian tengah dipersiapkan untuk kompetisi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional dan kementerian terkait.
Capaian akreditasi institusi dan program studi dengan predikat “Baik Sekali” disebutnya sebagai indikator objektif atas kualitas yang telah dibangun. Namun demikian, target berikutnya adalah meraih predikat “Unggul” melalui penguatan berkelanjutan di bidang akademik, riset, dan tata kelola.
Pada level mahasiswa, STIH Manokwari mulai mengarahkan pembelajaran berbasis inovasi dan pemecahan masalah. Mahasiswa didorong untuk mampu mengidentifikasi isu-isu hukum aktual di masyarakat serta merumuskan solusi yang argumentatif dan kreatif.
Memasuki usia ke-51, Dr. Filep optimistis STIH Manokwari akan semakin kokoh sebagai institusi pendidikan hukum yang tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.
“Usia ini adalah bukti ketahanan kita. Sekarang saatnya kita melompat lebih jauh, meneguhkan posisi sebagai kampus hukum yang unggul dan menjadi model pengembangan pendidikan tinggi di Papua Barat,” tegasnya. (JN)
